Ingatkan Bahaya Siber, BSSN Ajak Anak Muda Perkuat Ketahanan Nasional

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 22:05 WIB
Ingatkan Bahaya Siber,...
Ingatkan Bahaya Siber, BSSN Ajak Anak Muda Perkuat Ketahanan Nasional
A A A
PEKAN BARU - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan ancaman globalisasi melalui kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (siber) terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan Wakil Kepala BSSN, Komjen Pol Dharma Pongrekun saat menjadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan Bagi Generasi Muda, di Gereja Bethel Indonesia, Pekanbaru, Riau, Sabtu (26/10/2019).

Dalam paparannya mengenai ’Tantangan Generasi Muda Menghadapi Era Keterbukaan dan Goncangan ‘Global” Dharma Pongrekun menjelaskan bagaimana pengaruh kemajuan teknologi yang memasuki era keterbukaan dan arus globalisasi telah membawa bangsa Indonesia ke dalam sistem dunia yang lebih besar dan tidak terbatas.

”Globalisasi menjadi alat untuk mengoneksi secara global seluruh aspek meliputi ekonomi, sosial, budaya dan politik yang membuat setiap orang mampu mengakses informasi baik dalam bentuk gambar, tulisan, maupun video secara bebas dan tanpa batas,” kata dia.

Menurut Dharma, globalisasi memiliki tiga program besar, yaitu money, power dan control. Program money, sudah sukses dengan bersatunya sistem ekonomi seluruh dunia.

Program power, masuknya sistem global ke dalam sistem dan struktur pemerintahan di seluruh dunia. Ketiga, program control, hampir seluruh manusia di dunia dikendalikan pola kehidupannya melalui kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Dharma memaparkan, rekayasa kehidupan (life engineering) tersebut, dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) sejak dunia diciptakan. Di era modern, rekayasa kehidupan dilakukan melalui fase-fase revolusi industri, yang akhirnya bermuara pada bertemunya teknologi informasi dan teknologi komunikasi melalui internet sekitar 20-30 tahun lalu.

Sejak itulah globalisasi menjadi gelombang yang sangat dahsyat yang sepertinya tidak bisa dihindari. Saat ini seluruh aspek kehidupan manusia terhubung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sekarang ini, kata dia, sarana teknologi informasi dan komunikasi yang begitu masif dipakai manusia sehari-hari adalah smartphone.

Alat ini memang didesain menyajikan kecepatan dan kemudahan sehingga diterima manusia secara luas. Secara natural, manusia memang menyukai hal yang praktis sehingga alat ini diterima secara masif. ”Namun, di dalam alat disisipi aplikasi-aplikasi yang memiliki kemewahan, pornografi dan candu. Dibalik segala kemudahan teknologi informasi yang ada, kemajuan teknologi juga memiliki risiko dan ancaman,” tegasnya.

Teknologi tersebut juga digunakan oleh berbagai negara untuk memenangkan persaingan global. Di titik itulah, perang sebagai bentuk puncak persaingan antar negara turut berevolusi. Peperangan kini tidak hanya terkait dengan kontak fisik dengan senjata konvensional, peperangan kini telah berkembang menjadi perang siber atau informasi yang berbasis pada pengunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Serangan siber kini telah berkembang sampai pada tahap mampu melumpuhkan sebagian atau seluruh siber nasional. Menurut dia, karena sifatnya yang mengancam jiwa manusia, kestabilan ekonomi,politik, sosial budaya dan kedaulatan negara sehingga dapat membuat Indonesia mengalami krisis siber.

Menanggapi fakta tersebut, dia menegaskan negara harus hadir untuk mengantisipasi dan siap bahu-membahu bersama seluruh rakyat indonesia menghadapi segala dampak negatif dari sistem globalisasi.

Langkah dalam menghadapi ancaman dari sistem globalisasi suatu negara adalah dengan memperkuat ketahanan nasional dengan kembali kepada Pancasila, UUD 1945 dan Kebhinekaan yang harus dijaga keutuhannya.

”Saya mengajak semua generasi muda agar kembali kepada jati diri sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. hanya dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dapat menetralisir segala dampak negatif dari sistem globalisasi dan menyelamatkan diri kita sendiri dan Tanah Air kita dari proses kehancuran kehidupan secara global,” ujarnya.
(cip)
Berita Terkait
Pembangunan SDM, Jadi...
Pembangunan SDM, Jadi Kunci Pembangunan Keamanan Siber Indonesia
Sejumlah Pertimbangan...
Sejumlah Pertimbangan Perluasan Monitoring Kemanan Siber di BSSN
Hadapi Serangan Siber...
Hadapi Serangan Siber dan Ancaman Dark Web, BSSN Gelar Pelatihan
Laporan Tahunan, BSSN...
Laporan Tahunan, BSSN Harap Jadi Pertimbangan Kebijakan Pemerintah
BSSN dan TUV Rheinland...
BSSN dan TUV Rheinland Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Keamanan Siber
Sejarah Perkembangan...
Sejarah Perkembangan Keamanan Siber, dari Dinas Code hingga CSIRT
Berita Terkini
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved