PKS Mewanti-wanti Menteri dan Wamen Harus Jaga Harmonisasi
Jum'at, 25 Oktober 2019 - 14:51 WIB
PKS Mewanti-wanti Menteri dan Wamen Harus Jaga Harmonisasi
A
A
A
JAKARTA - PKS mengkritisi munculnya posisi wakil menteri (wamen) di sejumlah kementerian. PKS menyebut jabatan wamen ini tidak terlalu diperlukan di sejumlah kementerian dan justru menimbulkan masalah baru bagi Kabinet Indonesia Maju.
“Keberadaan Wamen perlu hati-hati. Bukan hanya tidak sesuai dengan reformasi birokrasi tapi juga berpeluang mengganggu harmoni karena ada dua matahari kembar,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi di Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Mardani melihat keberadaan wamen ini bisa membuat atmosfir di kementerian itu tidak sehat. Karena, dikhawatirkan antara menteri dan wamennya justru bersaing di kementerian tersebut. (Baca juga: Lesehan di Tangga Istana, Jokowi Perkenalkan 12 Wakil Menteri)
Menurut Mardani, keberadaan wamen ini masalah baru yang ditimbulkan dari sebuah solusi atas banyaknya parpol koalisi pendukung dan tim sukses (timses) Jokowi-Maruf Amin yang belum mendapatkan bagian.
“Tidak boleh satu masalah diselesaikan dengan menimbulkan masalah lain,” tegas mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu. (Baca juga: Ini Wajah Baru dan Lama Kabinet Indonesia Maju yang Akan Banyak Disorot Publik)
Karena itu, Mardani menyarankan agar keberadaan posisi wamen ini dihitung kembali nilai positif dan negatifnya. “Mesti dihitung ulang manfaat dan mudharatnya,” tutupnya.
“Keberadaan Wamen perlu hati-hati. Bukan hanya tidak sesuai dengan reformasi birokrasi tapi juga berpeluang mengganggu harmoni karena ada dua matahari kembar,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi di Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Mardani melihat keberadaan wamen ini bisa membuat atmosfir di kementerian itu tidak sehat. Karena, dikhawatirkan antara menteri dan wamennya justru bersaing di kementerian tersebut. (Baca juga: Lesehan di Tangga Istana, Jokowi Perkenalkan 12 Wakil Menteri)
Menurut Mardani, keberadaan wamen ini masalah baru yang ditimbulkan dari sebuah solusi atas banyaknya parpol koalisi pendukung dan tim sukses (timses) Jokowi-Maruf Amin yang belum mendapatkan bagian.
“Tidak boleh satu masalah diselesaikan dengan menimbulkan masalah lain,” tegas mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu. (Baca juga: Ini Wajah Baru dan Lama Kabinet Indonesia Maju yang Akan Banyak Disorot Publik)
Karena itu, Mardani menyarankan agar keberadaan posisi wamen ini dihitung kembali nilai positif dan negatifnya. “Mesti dihitung ulang manfaat dan mudharatnya,” tutupnya.
(cip)