Gerindra: Prabowo Siap Bantu Pemerintah Jokowi jika Diperlukan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 13:55 WIB
Gerindra: Prabowo Siap Bantu Pemerintah Jokowi jika Diperlukan
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan, Ketua Umumnya Prabowo Subianto menyatakan sikapnya, untuk membantu pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam mengarungi periode keduanya selama 5 tahun kedepan.
Hal itu disampaikan Riza saat menanggapi sikap Prabowo usai digelarnya Rapimnas partai Gerindra pada Rabu 16 Oktober 2019 lalu.
"Sikap Pak Prabowo di Rapimnas kemarin siap membantu pemerintah bila diperlukan, membantu itu bisa di luar dan di dalam, sikap ini sama seperti pertemuan di MRT dan istana," ujar Riza dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk Teka-teki Menteri dan Koalisi, di d'consulate, Jakarta, Sabtu (19/10/2019).
Riza menjelaskan, dalam pertemuan Prabowo dan Jokowi di MRT kala itu dinilai lebih umum, demi kepentingan bangsa dan negara. Dirinya menyebur Prabowo menghadiri undangan itu demi silahturahmi karena sepanjang pilpres ada polarisasi dan tak ingin dimanfaatkan pihak ketiga.
"Kalau di istana lebih dipertajam, pertumbuhan ekonomi bisa dua digit. Dan kalo konsep Pak Prabowo digabungkan maka luar biasa. Pertama kedaulatan pangan, kedua ketahanan keamanan, dan energi," jelasnya.
Riza juga menegaskan, pihaknya tidak pernah meminta jatah kursi Menteri. Pertemuan Prabowo dengan Jokowi adalah saling menyampaikan visi dan misi untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Kita membantu dalam posisi yang pasif, kita tau diri karena bukan partai pendukung. Jadi kita siap di luar sebagai penyeimbang," ungkapnya.
Riza juga mengungkap respons Presiden Jokowi sangat positif dari visi dan misi yang disampaikan oleh Prabowo terkait kepentingan bangsa dan negara. "Responsnya bagus, Pak Jokowi respect, karena Pak Prabowo ini orang pintar," tuturnya.
Hal itu disampaikan Riza saat menanggapi sikap Prabowo usai digelarnya Rapimnas partai Gerindra pada Rabu 16 Oktober 2019 lalu.
"Sikap Pak Prabowo di Rapimnas kemarin siap membantu pemerintah bila diperlukan, membantu itu bisa di luar dan di dalam, sikap ini sama seperti pertemuan di MRT dan istana," ujar Riza dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk Teka-teki Menteri dan Koalisi, di d'consulate, Jakarta, Sabtu (19/10/2019).
Riza menjelaskan, dalam pertemuan Prabowo dan Jokowi di MRT kala itu dinilai lebih umum, demi kepentingan bangsa dan negara. Dirinya menyebur Prabowo menghadiri undangan itu demi silahturahmi karena sepanjang pilpres ada polarisasi dan tak ingin dimanfaatkan pihak ketiga.
"Kalau di istana lebih dipertajam, pertumbuhan ekonomi bisa dua digit. Dan kalo konsep Pak Prabowo digabungkan maka luar biasa. Pertama kedaulatan pangan, kedua ketahanan keamanan, dan energi," jelasnya.
Riza juga menegaskan, pihaknya tidak pernah meminta jatah kursi Menteri. Pertemuan Prabowo dengan Jokowi adalah saling menyampaikan visi dan misi untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Kita membantu dalam posisi yang pasif, kita tau diri karena bukan partai pendukung. Jadi kita siap di luar sebagai penyeimbang," ungkapnya.
Riza juga mengungkap respons Presiden Jokowi sangat positif dari visi dan misi yang disampaikan oleh Prabowo terkait kepentingan bangsa dan negara. "Responsnya bagus, Pak Jokowi respect, karena Pak Prabowo ini orang pintar," tuturnya.
(maf)