Enam Hari Jelang Jokowi Dilantik, Begini Suasana Sekitar Gedung MPR-DPR
Selasa, 15 Oktober 2019 - 16:18 WIB
Enam Hari Jelang Jokowi Dilantik, Begini Suasana Sekitar Gedung MPR-DPR
A
A
A
JAKARTA - Suasana berbeda terlihat di sekitar jalan depan Gedung MPR-DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (15/10/2019). Di beberapa titik di sekitar lokasi tersebut terlihat ratusan polisi berjaga-jaga.
Seperti diketahui, pada Minggu 20 Oktober mendatang, MPR akan menggelar pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden-Wakil Presiden 2019-2024. Berbagai tokoh penting dari dalam dan luar negeri menyaksikan acara tersebut. (Baca juga: Sederet Tamu Istimewa Jadi Saksi Sumpah Jokowi-Ma'ruf Amin )
Sementara itu, di Jalan Gatot Subroto arah Slipi, tepatnya di bawah Flyover Ladokgi, sekitar gedung MPR-DPR tampak berjejer ratusan polisi yang bersiaga.
Keberadaan mereka untuk mengatisipasi munculnya aksi demonstrasi. Bila sampai terjadi demo, jalanan yang mengarah ke depan DPR RI pun bakal ditutup.
Tembok pembatas atau cone-cone sudah disiapkan untuk melakukan penutupan jalan. Begitu juga di depan gedung MPR-DPR, sejumlah mobil penghalau massa, seperti water cannon juga tampak siaga, hanya saja berada di dalam Kompleks Parlemen tersebut.
Lebih jauh, di kawasan belakang gedung MPR-DPR, tepatnya di pintu belakang, ratusan anggota Brimob pun tampak standby untuk menghalau jika masa pedemo datang.
Sementara itu, suasana gedung-gedung sekitar gedung DPR atau di sepanjang Jalan Pejompongan Raya arah ke Senayan, Jalan Lapangan Tembak, dan Jalan Gerbang Pemuda pun tampak normal.
Sejumlah fasilitas, seperti Halte Transjakarta di Senayan JCC dan Slipi yang sempat rusak saat terjadi demo beberapa waktu lalu, saat ini tampak telah normal. Pihak Transjakarta pun langsung melakukan perbaikan pasca demo tersebut.
Begitu juga gardu-gardu tol yang sempat rusak akibat demo di Jalan Tol Dalam Kota Jakarta telah beroperasi. Hanya saja, pospol yang berada di kawasan Jalan Asia Afrika yang dibakar saat demo belum bisa digunakan.
Saat ini, pos polisi itu masih dalam tahap perbaikan dan ditutupi menggunakan terpal. Aksi demonstrasi masih membayangi pelantikan presiden dan wakil Presiden pada 20 Oktober 2019.
Namun, pihak kepolisian telah memberikan warning agar tidak ada demonstrasi saat acara pelantikan nanti. Polisi juga telah menyiapkan penutupan dan rekayasa arus lalu lintas jika terjadi aksi demo.
Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir menjelaskan penutupan jalan di sejumlah titik, khususnya sekitar Gedung DPR hingga pelantikan presiden nanti dilakukan secara situasional.
"Sejauh ini belum ada penutupan jalan. Penutupan jalan dilakukan secara situasional, melihat kebutuhan dan kondisi yang rawan terhadap lalu lintas saja," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (15/10/2019).
Seperti diketahui, pada Minggu 20 Oktober mendatang, MPR akan menggelar pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden-Wakil Presiden 2019-2024. Berbagai tokoh penting dari dalam dan luar negeri menyaksikan acara tersebut. (Baca juga: Sederet Tamu Istimewa Jadi Saksi Sumpah Jokowi-Ma'ruf Amin )
Sementara itu, di Jalan Gatot Subroto arah Slipi, tepatnya di bawah Flyover Ladokgi, sekitar gedung MPR-DPR tampak berjejer ratusan polisi yang bersiaga.
Keberadaan mereka untuk mengatisipasi munculnya aksi demonstrasi. Bila sampai terjadi demo, jalanan yang mengarah ke depan DPR RI pun bakal ditutup.
Tembok pembatas atau cone-cone sudah disiapkan untuk melakukan penutupan jalan. Begitu juga di depan gedung MPR-DPR, sejumlah mobil penghalau massa, seperti water cannon juga tampak siaga, hanya saja berada di dalam Kompleks Parlemen tersebut.
Lebih jauh, di kawasan belakang gedung MPR-DPR, tepatnya di pintu belakang, ratusan anggota Brimob pun tampak standby untuk menghalau jika masa pedemo datang.
Sementara itu, suasana gedung-gedung sekitar gedung DPR atau di sepanjang Jalan Pejompongan Raya arah ke Senayan, Jalan Lapangan Tembak, dan Jalan Gerbang Pemuda pun tampak normal.
Sejumlah fasilitas, seperti Halte Transjakarta di Senayan JCC dan Slipi yang sempat rusak saat terjadi demo beberapa waktu lalu, saat ini tampak telah normal. Pihak Transjakarta pun langsung melakukan perbaikan pasca demo tersebut.
Begitu juga gardu-gardu tol yang sempat rusak akibat demo di Jalan Tol Dalam Kota Jakarta telah beroperasi. Hanya saja, pospol yang berada di kawasan Jalan Asia Afrika yang dibakar saat demo belum bisa digunakan.
Saat ini, pos polisi itu masih dalam tahap perbaikan dan ditutupi menggunakan terpal. Aksi demonstrasi masih membayangi pelantikan presiden dan wakil Presiden pada 20 Oktober 2019.
Namun, pihak kepolisian telah memberikan warning agar tidak ada demonstrasi saat acara pelantikan nanti. Polisi juga telah menyiapkan penutupan dan rekayasa arus lalu lintas jika terjadi aksi demo.
Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir menjelaskan penutupan jalan di sejumlah titik, khususnya sekitar Gedung DPR hingga pelantikan presiden nanti dilakukan secara situasional.
"Sejauh ini belum ada penutupan jalan. Penutupan jalan dilakukan secara situasional, melihat kebutuhan dan kondisi yang rawan terhadap lalu lintas saja," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (15/10/2019).
(dam)