Pengamat Dorong Jokowi Libatkan Rakyat Dalam Penilaian Calon Menteri

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 07:04 WIB
Pengamat Dorong Jokowi...
Pengamat Dorong Jokowi Libatkan Rakyat Dalam Penilaian Calon Menteri
A A A
JAKARTA - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, sejumlah nama digadang-gadang bakal mengisi posisi Kabinet Jilid II Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Beberapa pihak pun menyarankan agar ada uji kelayakan bagi calon menteri.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan, hingga saat ini memang belum ada uji kelayakan untuk menjadi menteri. Sebab, penunjukan menteri berdasarkan kesepakatan partai politik pendukung dan keprofesionalan kandidat.

"Selama ini enggak pernah ada uji kelayakan untuk jadi menteri. Segala sesuatunya ditentukan oleh dua hal, yakni orang partai dan profesional yang dianggap punya kompetensi luar biasa," ujar Adi saat dihubungi SINDOnews. (Baca juga: Uji Kelayakan Calon Menteri Segera Dimulai)

Namun, kata Adi, apabila memang memungkinkan ada uji kelayakan, bisa menggunakan uji fit and proper test untuk memilih menteri. "Jika masih memungkinkan uji kelayakan penting dilakukan biar tak salah pilih menteri. Semacam fit n proper test pejabat publik lainnya. Biar rakyat ikut menilai," jelas Adi.

Tak hanya itu, penilaian untuk memilih menteri juga perlu turut melibatkan rakyat. Sebab kekuatan rakyat sangat penting bagi pemerintahan Jokowi ke depan. "Sangat penting, karena salah satu kekuatan Jokowi adalah dukungan rakyat," jelasnya.

Di kesempatan yang berbeda, analis politik Arif Nurul Iman menuturkan, dalam pemilihan menteri setiap presiden punya mekanisme sendiri. Antara lain melihat pengalaman hingga integritas dukungan politik. (Baca juga: Ini Kriteria dan Nama-nama Menteri Jilid I yang Bakal Dipertahankan Jokowi)

"Tentu ada assessment calon-calon menteri, mulai dari pengalaman, basis kapasitas dan kompetensi,serta integritas selain soal dukungan politik. Di samping itu yang tidak kalah penting, mendengarkan masukan bukan hanya dari parpol pendukung tapi juga masyarakat luas," kata Arif saat dihubungi.
(thm)
Berita Terkait
Perbaiki Kinerja Kabinet,...
Perbaiki Kinerja Kabinet, Relawan Jokowi Dorong Reshuffle
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Pengamat Sebut Sudah...
Pengamat Sebut Sudah Enggak Zaman Menteri Diceramahi Pakai Marah-marah
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Tepis Anggapan Tak Bekerja,...
Tepis Anggapan Tak Bekerja, Wapres: Mereka Kurang Update
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved