Demokrat Dukung Penerbitan Perppu Penangguhan UU KPK

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 17:03 WIB
Demokrat Dukung Penerbitan...
Demokrat Dukung Penerbitan Perppu Penangguhan UU KPK
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat mendukung gagasan Pusat Pengkajian Pancasila dan Hukum Konstitusi (Puskapsi) Universitas Jember, Jawa Timur (Jatim) terkait dengan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) penangguhan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK).

"Kalau Demokrat jelas sikapnya, partai yang mempelopori jika kadernya sudah jadi tersangka langsung diberhentikan. Lihat sejarah 2012, kader utama kami terkena KPK kami tidak pernah surut membela KPK. Dukungan kami berikan secara objektif dan terukur, bukan berarti KPK tidak ada salahnya tapi kami yang selalu mencoba membela KPK," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) bidang Hukum DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin dalam Polemik MNC Trijaya FM yang bertajuk "Perppu Apa Perlu?" di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10/2019).

Karena itu, lanjut Didi, Demokrat mendukung langkah presiden jika nanti menerbitkan Perppu. Pihaknya menyarankan agar baiknya Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu penangguhan agar DPR sebagai wakil rakyat tidak kehilangan muka dan rakyat pun senang karena UU KPK yang menurut mereka kontra itu bisa ditangguhkan dan direvisi.

"Pasal yang menjadi perhatian adalah Dewan Pengawas, Demokrat tegas tidak menyetujui pasal ini karena dewas diangkat dari unsur presiden, ini bisa timbul bias dan abuse of power," tegas Didi.

Menurut Didi, dengan ditangguhkannya pemberlakuan UU KPK hasil revisi, maka ada jalan untuk diberikannya waktu 1-2 tahun bagi DPR dan presiden untuk melakukan revisi kembali, khususnya terkait dengan ketentuan-ketentuan yang mendapatkan penolakan rakyat. Dalam revisi tersebut, dilibatkan kembali masyarakat, civil society, KPK, pihak kampus dan orang-orang yang bukan ahli tapi memiliki integritas.

"Misalnya Pak Busyro Muqoddas, Buya Syafii Maarif, tokoh-tokoh bangsa yang punya integritas. Karena, nurani dan keadilan di atas segalanya," ucapnya.

Didi menambahkan, Demokrat mendukung Presiden Jokowi melakukan langkah yang terbaik manakala hendak melakukan perbaikan terhada UU KPK hasil revisi ini. Paling tidak, ia pribadi mendukung adanya penebitan Perppu yang dimaksud untuk merevisi UU KPK yang dinilai tidak aspiratif ini.

"Ini sikap terbaik partai kami akan dukung kalau Perppu itu baik terhadap peran KPK dan pemberantasan korupsi akan kami dukung," tandas Didi.
(kri)
Berita Terkait
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Janji Kuatkan Komisi...
Janji Kuatkan Komisi Pemberantasan Korupsi, Ganjar Buka Peluang Revisi Kembali UU KPK
Pimpinan DPR Ungkap...
Pimpinan DPR Ungkap Tak Ada Usulan Bahas Revisi UU KPK
Revisi UU KPK Dinilai...
Revisi UU KPK Dinilai Langgar Asas Pembentukan Undang-Undang
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
Pengalihan Status Jadi...
Pengalihan Status Jadi ASN, Wadah KPK Sebut Buntut dari Revisi UU KPK
Berita Terkini
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Infografis
Johan Budi, Mantan Jubir...
Johan Budi, Mantan Jubir KPK Diangkat Jadi Komisaris Transjakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved