Gabungan Ormas Kebangsaan Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

Rabu, 02 Oktober 2019 - 17:04 WIB
Gabungan Ormas Kebangsaan...
Gabungan Ormas Kebangsaan Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi
A A A
JAKARTA - Gabungan Organisasi Masyarakat Kebangsaan menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi kebangsaan beberapa hari terakhir ini.

Mereka mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bersatu menjaga keamanan nasional demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gabungan Organisasi Kebangsaan terdiri atas Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (ISNU), Vox Point Indonesia, Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Cipta Cendekia Indonesia (C2I), Forum Komunikasi Kristiani (FKK) dan Forkom Narwastu.

Ormas-ormas kebangsaan ini menilai kehidupan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia sedang mengalami kemunduran nilai kebangsaan yang tajam.

"Nilai-nilai harmoni, sosial-budaya, kerukunan, dan saling menghormati sesama anak bangsa terus tergerus oleh kepentingan individu, kelompok dan golongan," tulis pernyataan Gabungan Masyarakata Kebangsaan yang diterima SINDOnews, Rabu (2/10/2019).

Menurut mereka, situasi kebangsaan beberapa hari terakhir ini menunjukkan masih adanya polarisasi akibat berbagai kepentingan tertentu. Padahal, sebagai negara demokrasi, semua persoalan dapat diatasi melalui jalur konstitusi.

"Namun, berbagai peristiwa yang terjadi menunjukkan ketidakdewasaan kita dalam menyikapi berbagai persoalan. Masyarakat mudah terpancing informasi yang belum benar kepastiannya. Hal ini tentu saja mengganggu dan mengancam hubungan baik sebagai sesama anak bangsa," tulis Gabungan Organisasi Masyarakat Kebangsaan.

Berikut delapan pernyataan sikap Gabungan Organisasi Masyarakat Kebangsaan:

Pertama
, mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi berbagai informasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta untuk selektif, dan mencari tahu sumber informasi yang akurat.

Kedua
, meminta masyarakat, pemuda, mahasiswa dan pelajar dalam menyampaikan aspirasinya di negara demokrasi untuk tidak mudah terpengaruh dengan ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ketiga
, masyarakat diminta tetap menjaga keamanan di lingkungan sekitar. Tetap mewaspadai berbagai situasi yang mencurigakan serta yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Keempat
, meminta aparat TNI dan Polri untuk tetap bersatu mengawal seluruh aspirasi masyarakat dan melindungi masyarakat dari berbagai ancaman disintegrasi bangsa. Serta menindak tegas para aktor dan pelaku yang mencoba mengganggu keamanan nasional.

Kelima
, mendukung proses demokrasi sesuai dengan konstitusi yang berlaku.

Keenam
, mengajak seluruh anak bangsa untuk memberikan dukungan kepada TNI dan Polri supaya tegas dan bijak menjaga keamanan dan ketertiban serta dukungan kepada pemerintah agar semua persoalan bangsa dapat diselesaikan dengan cara-cara konstitusi.

Ketujuh
, mengajak semua elemen bangsa membangun dialog dan kerjasama untuk memperkuat jati diri bangsa demi terwujudnya cita-cita bersama sesuai pembukaan UUD 1945.

Terakhir
, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan menjelang dan sesudah Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 mendatang sebagai hasil Pemilihan Presiden yang sah dan demokratis.

Pernyataan sikap ditandatangani Ketua Umum Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa, Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati, Ketua Umum Gerakan Kasih Indonesia Pdt Yerry Tawalujan, Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia Pdt Brigjen TNI Purn Harsanto Adi, Ketua Dewan Pembina Cipta Cendekia Indonsia (C21) Uung Dewan Pembina, Ketua Forum Komunikasi Kristiani (FKK) Pdt Didi S Natha, Ketua Forkom Narwastu Marthen Napang.
(dam)
Berita Terkait
Negara Diminta Tak Gunakan...
Negara Diminta Tak Gunakan Tokoh Ormas untuk Kepentingan Politik
Ditjen Politik dan PUM...
Ditjen Politik dan PUM Gelar Komsos Bahas Isu-isu Strategis Bidang Ormas
Formulir hingga Rekening...
Formulir hingga Rekening Pendaftaran Beredar usai Beri Sinyal Bikin Parpol-Ormas, Anies: Bukan dari Saya
Kelompok Radikal Berupaya...
Kelompok Radikal Berupaya Merebut Kekuasaan Politik dengan Cover Agama
Tokoh Reformasi Ajak...
Tokoh Reformasi Ajak Aktivis Dakwah Tidak Alergi dengan PDIP
Anies Baswedan Beri...
Anies Baswedan Beri Sinyal Dirikan Ormas atau Parpol
Berita Terkini
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, PDIP Dukung Proses Hukum Berkeadilan
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Prabowo Minta Aparat...
Prabowo Minta Aparat Introspeksi Diri: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Polri Harus Bongkar...
Polri Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Korporasi Dugaan Korupsi Batu Bara
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved