Satu Mahasiswa Tewas saat Demo Tolak RUU, Jokowi Diminta Turun Tangan

Jum'at, 27 September 2019 - 08:51 WIB
Satu Mahasiswa Tewas...
Satu Mahasiswa Tewas saat Demo Tolak RUU, Jokowi Diminta Turun Tangan
A A A
JAKARTA - Tewasnya seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara, Randi dalam demonstrasi menolak RKUHP dan revisi UU KPK di Kantor DPRD Sulawesi Utara, Kamis 26 September kemarin mendapatkan sorotan banyak pihak. Sebab, Randi diduga terkena peluru tajam di bagian dada kanan.

Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, penggunaan peluru tajam yang telah menewaskan seorang mahasiswa UHO di Kendari tidak bisa ditolerir. "Usut tuntas siapa pelakunya dan siapa dalang dibalik penembakan itu," ujar Didi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/9/2019).

Didi menuturkan, mahasiswa sebagai rakyat sipil yang tidak bersenjata, tidak boleh menjadi korban sewenang-wenangan aparat bersenjata. "Senjata api tidak boleh digunakan untuk membunuh rakyat sendiri, apalagi saat berdemo untuk memperjuangkan aspirasi atas terbitnya beberapa RUU yang dianggap tidak adil," katanya.

Dia berpendapat, jika tidak segera ada langkah cepat dan pasti dari Presiden Jokowi, bukan tidak mungkin terjadi bola liar, sehingga bisa timbul korban-korban baru lainnya. Hal tersebut melihat eskalasi demonstrasi yang terus meningkat.

"Presiden Jokowi harus turun tangan, meminta dengan tegas hentikan cara-cara represif menghadapi adik-adik mahasiswa dan siapapun rakyat yang sedang demo memperjuangkan aspirasinya," ujarnya.

Di samping itu, kata dia, yang paling utama saat ini tentu selesaikan akar masalahnya, yakni segera benahi RUU yang tidak adil dan tidak aspiratif yang telah menjadi pemicu aksi protes dan unjuk rasa di seluruh negeri. "Sudah benar tentunya menunda seluruh RUU yang tidak adil," ungkapnya.

Dia melanjutkan, selanjutnya pemerintah bersama DPR periode yang baru segera memperbaiki dan mencabut pasal-pasal yang tidak adil bagi rakyat. "Satu nyawa terbunuh sudah terlalu banyak. Jangan ada lagi anak bangsa yang harus mati sia-sia lagi," katanya.
(cip)
Berita Terkait
Amanah UU, Badan Peradilan...
Amanah UU, Badan Peradilan Khusus Pilkada Harus Segera Dibentuk
Pakar Hukum Minta DPR...
Pakar Hukum Minta DPR Pahami UU Terkait Calon Anggota BPK
Pakar Hukum Nilai Analisis...
Pakar Hukum Nilai Analisis dari Rencana Revisi UU MK Sangat Dangkal
UU Minerba Bentuk Perlindungan...
UU Minerba Bentuk Perlindungan Negara untuk Korporasi Tambang
Uya Kuya Bantah Kabur...
Uya Kuya Bantah Kabur ke Luar Negeri saat Demo di Jakarta Rusuh
Komisi IX DPR Nilai...
Komisi IX DPR Nilai Pakta Integritas Tak Perlu Jadi Polemik
Berita Terkini
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved