Pernyataan Eva Soal Situasi dalam Negeri Sedang Berbahaya Dikritik

Rabu, 25 September 2019 - 08:57 WIB
Pernyataan Eva Soal...
Pernyataan Eva Soal Situasi dalam Negeri Sedang Berbahaya Dikritik
A A A
JAKARTA - Direktur Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengkritik pernyataan Politikus PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari yang menyebut negara dalam bahaya sehingga Eva mendukung sikap Presiden Jokowi yang tak datang dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat dan mewakilkan kepada Wapres Jusuf Kalla.

"Negara masih normal. Masih aman. Belum kategori berbahaya. Jika dalam keadaan bahaya, pihak keamanan pasti akan mengumumkan keadaan darurat (bahaya)," kata Ujang, Rabu (25/9/2019).

Namun demikian, kata Ujang, jika Presiden Jokowi tidak datang ke Sidang Umum PBB dan mewakilkan kepada Wapres itu juga bagus. Sebab di dalam negeri memang harus diurus seperti masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Selain itu menurut Ujang, aksi demonstrasi mahasiswa tak ada hubungannya dengan upaya menggagalkan pelantikan Jokowi oleh Mahkamah Agung (MA). Sehingga, tak perlu disikapi berlebihan.

Sebaliknya, kata Ujang, mahasiswa dan rakyat Indonesia sangat kecewa pada pemerintah dan DPR yang telah merevisi UU KPK dan telah membunuh KPK. Lalu juga kecewa dengan revisi UU KUHP dan sederet polemik UU yang dinilai kontroversial.

"Selama ini mahasiswa diam. Dalam lima tahun hampir diam. Saat ini mahasiswa terpanggil untuk melakukan demonstrasi untuk memprotes DPR dan pemerintah yang tak aspiratif. Mahasiswa berjuang untuk masyarakat, untuk keadilan, dan untuk Indonesia," tukasnya.
(cip)
Berita Terkait
PDIP Dorong Road Map...
PDIP Dorong Road Map Kedaulatan Pangan dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
Pidato Politik Pilkada...
Pidato Politik Pilkada 2024, Megawati Bicara Kedaulatan Rakyat Dimanipulasi Kekuasaan
Bentangkan Bendera,...
Bentangkan Bendera, PDIP Jaktim: Kami Bukan PKI, Kami Penjaga NKRI
HUT ke-48 PDIP, Megawati:...
HUT ke-48 PDIP, Megawati: Visi Misi NKRI Hanya Satu Pembukaan UUD 1945
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved