DPR: Penolakan Muhammadiyah Soal RUU Pesantren Bukan Faktor Dana Abadi

Senin, 23 September 2019 - 20:33 WIB
DPR: Penolakan Muhammadiyah...
DPR: Penolakan Muhammadiyah Soal RUU Pesantren Bukan Faktor Dana Abadi
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR, Ali Taher mengakui penolakan Ormas Muhammadiyah terkait pembahasan Rancangan Undang-undang Pesantren yang disepakati pemerintah dan DPR lebih kepada masalah definisi.

Kata Ali, Muhammadiyah menginginkan agar peran serta masyarakat dalam Pesantren terintegrasi dengan pendidikan umum.

"Nah itu yang menjadi kornya Muhammadiyah, persis, perti dan lain sebagainya punya boarding. Kalo nggak punya boarding kan bukan pesantren namanya, kan begitu. Maka kita harus mewujudkan bahwa pesantren betul-betul memiliki ciri khas itu. Nah ciri khas itulah yang memerlukan akomodasi di dalam UU," kata Ali di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Diketahui, Ormas Muhammadiyah berseberangan dengan NU menyikapi RUU Pesantren. Muhammadiyah meminta RUU itu ditinjau ulang, sementara NU meminta segera disahkan menjadi UU.

Dalam hal ini, Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan bahwa penolakan Muhammadiyah terkait dengan keberadaan dana abadi dari pemerintah.

Ali menjelaskan, dana abadi sebenarnya sudah tersebar di kementerian/lembaga untuk program pemberdayaan, pengembangan ekonomi masyarakat. Hanya saja di kontek UU Pesantren lebih dikhususkan lagi.

Dengan demikian, kata Ali, dalam RUU itu membaginya dalam pasal 5 yakni pesantren itu harus memiliki 3 unsur penting. Pertama pesantren menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk pengajian kitab kuning. Kedua pesantren menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk dirasat islamiyah dengan pola pendidikan muallimin. Seperti Gontor.

"Yang ketiga pesantren menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk lainnya yang terintegrasi dengan pendidikan umum," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Akademisi UI: Pesantren...
Akademisi UI: Pesantren Tak Terpengaruh RUU Cipta Kerja
RUU APBN, FPKB Minta...
RUU APBN, FPKB Minta Alokasi Belanja Pemerintah Pusat untuk Pesantren
PKS Kritik Penjelasan...
PKS Kritik Penjelasan Menag Soal Polemik RUU Ciptaker Terkait Pesantren
Gus Muhaimin: Akses...
Gus Muhaimin: Akses Kesehatan di Pesantren Harus Masuk RUU Omnibus Law
Dana Abadi Mendorong...
Dana Abadi Mendorong Peran Kekinian Pondok Pesantren
Pesantren Berbasis Teknologi...
Pesantren Berbasis Teknologi di Desa Moncongloe Lappara
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Kriminalitas Tinggi...
Kriminalitas Tinggi Disebabkan Faktor Ekonomi Bukan Alkohol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved