RUU KUHP Ditunda, Ketua DPR Berharap Bisa Turunkan Tensi Politik

Jum'at, 20 September 2019 - 17:38 WIB
RUU KUHP Ditunda, Ketua...
RUU KUHP Ditunda, Ketua DPR Berharap Bisa Turunkan Tensi Politik
A A A
JAKARTA - Pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) KUHP yang sedianya dilakukan pada Selasa 24 September nanti ditunda. Sebab, pemerintah yang meminta penundaan itu.

"Barusan saya mendapat kabar dari pemerintah. Pemerinrah meminta kami DPR untuk mmpertimbangkan kembali pengesahan RUU KUHP dengan pertimbangan masih ada pasal-pasal yang harus dirumuskan," ujar Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam sambutannya di acara Diskusi Panel Merawat Golkar Sebagai Rumah Besar Kebangsaan (Indonesia) di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Maka itu, dia langsung menyampaikan permintaan pemerintah itu kepada fraksi-fraksi di DPR. Diakuinya bahwa memang penyisiran terhadap sejumlah pasal kontroversi perlu dilakukan.

"Rencananya Selasa (24/9/2019) akan paripurna, dan saya minta kepada fraksi-fraksi dan kawan-kawan untuk meng-hold atau menunda sambil kita menyempurnakan lagi pasal yang masih pro kontra diantaranya kumpul kebo, kebebasan pers dan penghinaan presiden," kata Politikus Partai Golkar ini.

Dia mengatakan, DPR mendengarkan masukan dari rakyat. "Mudah-mudahan bisa menurunkan tensi politik, dan mari sama-sama kita buat KUHAP dengan menerima masukan dari berbagai kalangan," ungkap pria yang akrab disapa Bamsoet itu.

Sehingga, kata dia, pengesahan RKUHP bukan dibatalkan. "Tapi untuk menunda, pemerintah sudah menyampaikan melalui presiden meminta kepada DPR agar pengesahan RKUHP ditunda atau di-hold sementara karena ada beberapa pasal yang masih pro dan kontra," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Amanah UU, Badan Peradilan...
Amanah UU, Badan Peradilan Khusus Pilkada Harus Segera Dibentuk
Pakar Hukum Minta DPR...
Pakar Hukum Minta DPR Pahami UU Terkait Calon Anggota BPK
Pakar Hukum Nilai Analisis...
Pakar Hukum Nilai Analisis dari Rencana Revisi UU MK Sangat Dangkal
UU Minerba Bentuk Perlindungan...
UU Minerba Bentuk Perlindungan Negara untuk Korporasi Tambang
Revisi UU Minerba Melenggang...
Revisi UU Minerba Melenggang ke Paripurna
Komisi II DPR Klaim...
Komisi II DPR Klaim Revisi UU Pemilu Kali Ini Bersifat Kontinu
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved