PDIP Buka Peluang Koalisi dengan Gerindra dan PKS
Sabtu, 14 September 2019 - 12:59 WIB
PDIP Buka Peluang Koalisi dengan Gerindra dan PKS
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memprediksi Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 akan menguras energi.
Untuk menghadapi kontestasi perebutan kursi kepemimpinan di daerah itu, PDIP membuka peluang kerja sama dengan Partai politik lain, termasuk dengan Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Bambang mengatakan, sebanyak 270 daerah akan menggelar pilkada serentak. Setiap parpol dituntut untuk bekerja keras.
"Ini keserentakan yang menguras energi yang luar biasa," kata Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto di sela konsolidasi DPD PDIP Kalimantan Barat di Kabupaten Sintang, Sabtu (14/9/2019).
Bambang menyebut pertarungan di Pilkada serentak 2020 memiliki karakter berbeda di setiap daerah. Arah pertempuran pilkada dinilai tergantung masing-masing pasangan calon yang diusung parpol.
Dia memprediksi para pasangan calon yang bertarung akan mengeluarkan biaya kampanye yang sangat besar di Pilkada 2020. Biaya itu akan sangat ditentukan oleh gaya kampanye serta cara meraih suara masyarakat.
Bambang mengatakan partainya siap bekerja sama dengan parpol lain dalam mengusung pasangan calon di Pilkada 2020. Termasuk dengan Gerindra dan PKS, yang berseberangan ketika Pilpres 2019 lalu.
Menurut dia, koalisi politik dalam pilkada biasanya memang bersifat cair. Koalisi politik di tingkat nasional kerap kali tak berjalan di tingkat daerah.
"Lihat saja saat kejadian Pilkada-pilkada sebelumnya itu, sesungguhnya sudah sangat cair," kata Pacul.
Pada pilkada serentak sebelumnya, PDIP juga sudah pernah bekerja sama dengan kedua partai itu. Maka di Pilkada serentak 2020 mendatang, Bambang menyebut PDIP bisa berkoalisi dengan partai manapun termasuk PKS dan Gerindra.
"Nanti bisa saja kita berkawan dengan Gerindra, kadang-kadang berkawan dengan PKS, itu fakta lapangan sebelumnya sudah terjadi. Kans besarnya akan terjadi lagi," ujarnya.
Pilkada Serentak akan diselenggarakan kembali pada tahun 2020 mendatang. Ada 270 daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak ini.
Adapun rinciannya, sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pilkada Serentak 2020 seharusnya diikuti 269 daerah, namun menjadi 270 karena Pilkada Kota Makassar kembali diulang.
Untuk menghadapi kontestasi perebutan kursi kepemimpinan di daerah itu, PDIP membuka peluang kerja sama dengan Partai politik lain, termasuk dengan Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Bambang mengatakan, sebanyak 270 daerah akan menggelar pilkada serentak. Setiap parpol dituntut untuk bekerja keras.
"Ini keserentakan yang menguras energi yang luar biasa," kata Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto di sela konsolidasi DPD PDIP Kalimantan Barat di Kabupaten Sintang, Sabtu (14/9/2019).
Bambang menyebut pertarungan di Pilkada serentak 2020 memiliki karakter berbeda di setiap daerah. Arah pertempuran pilkada dinilai tergantung masing-masing pasangan calon yang diusung parpol.
Dia memprediksi para pasangan calon yang bertarung akan mengeluarkan biaya kampanye yang sangat besar di Pilkada 2020. Biaya itu akan sangat ditentukan oleh gaya kampanye serta cara meraih suara masyarakat.
Bambang mengatakan partainya siap bekerja sama dengan parpol lain dalam mengusung pasangan calon di Pilkada 2020. Termasuk dengan Gerindra dan PKS, yang berseberangan ketika Pilpres 2019 lalu.
Menurut dia, koalisi politik dalam pilkada biasanya memang bersifat cair. Koalisi politik di tingkat nasional kerap kali tak berjalan di tingkat daerah.
"Lihat saja saat kejadian Pilkada-pilkada sebelumnya itu, sesungguhnya sudah sangat cair," kata Pacul.
Pada pilkada serentak sebelumnya, PDIP juga sudah pernah bekerja sama dengan kedua partai itu. Maka di Pilkada serentak 2020 mendatang, Bambang menyebut PDIP bisa berkoalisi dengan partai manapun termasuk PKS dan Gerindra.
"Nanti bisa saja kita berkawan dengan Gerindra, kadang-kadang berkawan dengan PKS, itu fakta lapangan sebelumnya sudah terjadi. Kans besarnya akan terjadi lagi," ujarnya.
Pilkada Serentak akan diselenggarakan kembali pada tahun 2020 mendatang. Ada 270 daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak ini.
Adapun rinciannya, sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pilkada Serentak 2020 seharusnya diikuti 269 daerah, namun menjadi 270 karena Pilkada Kota Makassar kembali diulang.
(dam)