Moeldoko Minta Bantuan AS Soal Papua, DPR Yakin Pemerintah Masih Mampu
Selasa, 03 September 2019 - 15:48 WIB
Moeldoko Minta Bantuan AS Soal Papua, DPR Yakin Pemerintah Masih Mampu
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko yang meminta dukungan Amerika Serikat (AS) untuk menangani gejolak di Papua dan Papua Barat terus mendapat tanggapan dari kalangan DPR. Kali ini, Anggota Komisi I DPR Andreas Hugo Pareira yang menanggapinya.
Menurut Andreas, Pemerintah Indonesia masih mampu menjaga kedaulatan. "Ya menurut saya selama ini kita bisa kok menjaga kedaulatan kita," ujar Andreas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2019).
Akan tetapi, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini tidak memersoalkan pernyataan Moeldoko tersebut. "Hubungan dari negara-negara sahabat untuk memberikan support untuk menjaga kedaulatan saya kira itu sah-sah saja," katanya.
Adapun batas bantuan negara lain itu, kata dia, sebatas hubungan diplomasi. Dia pun mengakui bahwa Komisi I DPR akan memanggil Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi pada Kamis 5 September mendatang.
Selain Menlu, tambah dia, Komisi I DPR akan memanggil Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di hari yang sama. "Untuk mendengar penjelasan. Kamis nanti," ungkapnya.
Menurut Andreas, Pemerintah Indonesia masih mampu menjaga kedaulatan. "Ya menurut saya selama ini kita bisa kok menjaga kedaulatan kita," ujar Andreas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2019).
Akan tetapi, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini tidak memersoalkan pernyataan Moeldoko tersebut. "Hubungan dari negara-negara sahabat untuk memberikan support untuk menjaga kedaulatan saya kira itu sah-sah saja," katanya.
Adapun batas bantuan negara lain itu, kata dia, sebatas hubungan diplomasi. Dia pun mengakui bahwa Komisi I DPR akan memanggil Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi pada Kamis 5 September mendatang.
Selain Menlu, tambah dia, Komisi I DPR akan memanggil Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di hari yang sama. "Untuk mendengar penjelasan. Kamis nanti," ungkapnya.
(kri)