Mahfud MD Ungkap Ada Buronan Radikalisme dari Arab Kabur ke Indonesia

Jum'at, 16 Agustus 2019 - 19:20 WIB
Mahfud MD Ungkap Ada...
Mahfud MD Ungkap Ada Buronan Radikalisme dari Arab Kabur ke Indonesia
A A A
JAKARTA - Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) Mahfud MD mendapat informasi bahwa banyak terjadi penangkapan orang radikal di Arab Saudi. Bahkan, sebagian dari mereka yang belum tertangkap disebut akan lari ke Indonesia membawa uang jutaan dollar.

"Nah sekarang ada info di Saudi Arabia itu terjadi penangkapan-penangkapan terhadap orang radikal. Sudah banyak tertangkap. Tapi yang belum tertangkap itu banyak yang akan lari ke Indonesia dengan bawa jutaan dollar," ujar Mahfud di Hotel JS Luwansa, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2019).

Mahfud mengungkapkan, saat ini sudah banyak muncul pesantren yang dulunya tidak ada, tiba-tiba ada dan banyak pengikutnya. Bahkan pesantren tersebut terbilang eksklusif, tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya.

"Itu kemudian sangat ekskusif orang tidak boleh masuk, tidak boleh orang hormat bendera," ungkapnya.

Radikalisme, kata Mahfud, merupakan suatu gerakan mengganti sistem yang sudah mapan dengan cara-cara tidak demokratis. Cara tersebut ditolak ramai-ramai oleh tokoh bangsa. Menurut Mahfud, perubahan sesungguhnya harus dilakukan secara gradual.

"Perubahan radikal itu kita tolak. Apakah kita anti perubahan? Tidak. Kita sadar perubahan itu harus dilakukan tapi perubahan kita adalah perubahan gradual. Sistem sudah mantap diperbaiki, berdasar sistem itu. Yaitu sistem negara kesatuan RI berdasarkan Pancasila," jelasnya.

Untuk mengantisipasi gerakan radikal di Indonesia, GSK membuat berbagai skenario melalui diskusi bersama tokoh bangsa hari ini. Hadir pula tokoh ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Muhammadiyah diwakili Ketum Haedar Nashir dan NU diwakili KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah yang merupakan pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

"Nah itulah kita harus imbangi, kita akan membuat skenario melalui diskusi terbatas hari ini. Ada ahlinya tokoh Muhammadiyah Pak Haedar Nashir, dari NU ada Gus Sholah. Nanti dari NU akan ada lagi pengurus, tapi sekarang harus ikut upacara di MPR," tuturnya.
(pur)
Berita Terkait
5 Kekuatan Indonesia...
5 Kekuatan Indonesia Tangkal Perpecahan akibat Radikalisme dan Terorisme
Agama dan Ideologi Masyarakat...
Agama dan Ideologi Masyarakat Multikultural
BPIP Gaungkan Moderasi...
BPIP Gaungkan Moderasi Beragama dan Kerukunan di IAIN Curup
Pimpinan Daerah dan...
Pimpinan Daerah dan Tokoh Agama Diminta Ikut Tangkal Radikalisme
Persatuan Indonesia...
Persatuan Indonesia Tumbuh dari Kesadaran Partisipatif
Tangkal Terorisme dengan...
Tangkal Terorisme dengan Perkuat Sinergi dan Silaturahmi Kebangsaan
Berita Terkini
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
Di Sidang Paripurna,...
Di Sidang Paripurna, Ketua Komisi III Puji Listyo Sigit Prabowo Salah Satu Kapolri Terbaik
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved