Kementerian PPPA Komitmen Turunkan Angka Kekerasan Perempuan di Papua

Minggu, 11 Agustus 2019 - 15:52 WIB
Kementerian PPPA Komitmen...
Kementerian PPPA Komitmen Turunkan Angka Kekerasan Perempuan di Papua
A A A
JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berkomitmen menurunkan angka kekerasan perempuan di Tanah Papua. Menteri PPPA, Yohana Yembise mengungkapkan pihaknya akan menggandeng Dewan Adat Papua.

Yohana mengungkapkan saat membuka Pertemuan Dewan Adat Papua dalam rangka Peringatan Kebangkitan Masyarakat Pribumi di Tanah Papua, di Jayapura, bahwa untuk memulai suatu perubahan di tanah Papua terutama pada kualitas hidup perempuan dan anak bukan hanya komitmen dari pimpinan atau pemerintah saja. Hasil dari pertemuan itu berupa deklarasi yang dilakukan oleh Dewan Adat Papua untuk melakukan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sesuai dengan visi dari Dewan Adat Papua, yakni penyelamatan manusia, tanah, dan sumber daya alam Papua.

“Perubahan di tanah Papua tidak hanya melalui pemerintah, tapi juga harus menjadi peran dari tingkat bawah yaitu mulai dari Keret atau Marga–Dewan Adat Daerah–Dewan Adat Wilayah. Membangun sinergi antara pemerintah dengan masyarakat adat dan tokoh agama diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima SINDOnews, Minggu (11/8/2019).

Sadar bahwa untuk menyelesaikan masalah perempuan dan anak harus melalui kerja sama dan sinergis oleh seluruh pihak, Kementerian PPPA mencoba memasukkan perspektif adat dan agama dalam upayanya. Kegiatan tersebut dilakukan khususnya pada wilayah timur Indonesia, yaitu NTT dan Tanah Papua. Bermula dari pertemuan dengar pendapat masyarakat adat Papua dengan pemerintah daerah tentang perempuan dan anak.

“Perlu ada perhatian serius dari pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh agama terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan yang tidak dapat terpisahkan dari tujuan penyelamatan manusia papua. Perempuan adalah harta atau kekayaan yang di miliki sedangkan anak adalah masa depan, jadi perempuan dan anak adalah kekayaan dan masa depan suatu bangsa. Besar harapan agar kerja sama Kemen PPPA dengan Dewan Adat Papua dapat mewujudkan perempuan di Tanah Papua yang berkualitas, berkarakter, berbudaya, dan responsif gender,” tutur Yohana.

Yohana menambahkan pada beberapa wilayah, pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tidak bisa dipisahkan dari nilai adat setempat. Perilaku masyarakat baik laki-laki maupun perempuan dibentuk oleh nilai-nilai adat dan agama yang dianut.

Apalagi, kata Yohana jumlah perempuan yang mencapai setengah dari penduduk Indonesia merupakan potensi dalam melaksanakan pembangunan jika mereka mempunyai kualitas yang baik. “Dalam hal ini perempuan dapat menjadi mitra laki-laki saat mengambil perannya dalam keluarga. Namun kualitas hidup perempuan yang buruk malah akan menjadi beban pembangunan,” kata Yohana.

Ketua Umum Dewan Adat Papua, Yan Pieter Mananwir Yarangga mengungkapkan visi yang diemban oleh Dewan Adat Papua untuk menyelamatkan manusia menjadi bagian yang sama dengan tujuan dari Kementerian PPPA untuk mewujudkan kualitas hidup perempuan dan anak Indonesia.

“Deklarasi yang sudah dibuat secara konkrit ditindaklanjuti dengan pengembangan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tujuh wilayah adat dengan keterlibatan Dewan Adat Papua. Perubahan yang terjadi harus diterima dengan baik sehingga akan berdampak baik juga bagi manusia. Oleh karena itu, keterlibatan Dewan Adat Papua dalam hal ini menjadi sangat penting dan relevan,” tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Perindo: Perlindungan...
Perindo: Perlindungan Hak Perempuan Tidak Cukup dengan Keterwakilan di Parlemen
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Ribuan Kasus Kekerasan...
Ribuan Kasus Kekerasan terhadap Anak Terjadi selama Pandemi Covid-19
Kementerian PPPA Dampingi...
Kementerian PPPA Dampingi 305 Anak Korban Kekerasan Seksual Warga Prancis
Berita Terkini
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Infografis
Burung Elang Langka...
Burung Elang Langka yang Lama Hilang Terlihat Kembali di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved