Survei Cyrus: Mayoritas Ingin Partai Pro-Prabowo Gabung Pemerintah

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 18:29 WIB
Survei Cyrus: Mayoritas...
Survei Cyrus: Mayoritas Ingin Partai Pro-Prabowo Gabung Pemerintah
A A A
JAKARTA - Partai politik pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 disarankan bergabungan dengan Pemerintah Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Keinginan itu disampaikan mayoritas responden dalam hasil survei Cyrus Network yang dirilis pada Jumat (9/8/2019) hari ini.

Sebanyak 45,8% responden menyarankan Partai Gerindra bergabung dalam pemerintahan. Sedangkan yang menyarankan Partai Gerindra menjadi oposisi hanya 27,0%.

Lalu, 43,3% responden menyarankan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung dalam pemerintahan. Sementara yang menyarankan menjadi oposisi hanya 27,9%.

Selanjutnya, 44,6% responden menyarankan Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung dalam pemerintahan. Yang menyarankan PAN menjadi oposisi hanya 26,8% responden.

Sebanyak 51,2% responden menyarankan Partai Demokrat bergabung dalam pemerintahan. Responden yang menyarankan menjadi oposisi hanya 21,6%.

Survei dilaksanakan pada 22-28 Juli 2019. "Survei ini mengambil sampel 1.230 responden di 34 provinsi di Indonesia," kata Direktur Manajer Cyrus Network, Eko Dafid Afianto memaparkan Survei Nasional Persepsi Publik Cyrus Network bertajuk Penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019 serta Rekonsiliasi Nasional di Hotel Ashley, Menteng, Jakarta, Jumat (9/8/2019).
Eko menjelaskan, metode survei dengan wawancara tatap muka. Survei dilakukan tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95% dengan margin of error sebesar +/- 3%.Sementara itu, CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi Batupahat menilai banyaknya responden yang menyarankan partai-partai pendukung Prabowo-Sandi bergabung dalam Pemerintah Jokowi-Ma'ruf menjadi bukti masyarakat lelah dengan pembelahan politik.

"Ini bisa dimaknai bahwa memang publik secara umum lelah dengan pembelahan politik, lelah dengan pembelahan sosial," ujar Hasan.Hasan mengakui masyarakat terbelah akibat Pilpres 2014 dan 2019 lalu. "Pembelahannya agak konsisten dengan isu-isu yang relatif konsisten juga, misalnya memainkan isu agama, di situ memainkan isu Pancasila dan masing-masing ada pendukungnya," kata Hasan.
(dam)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Alasan RI Gabung BRICS,...
Alasan RI Gabung BRICS, Prabowo: Kita Mau Berada di Mana-mana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved