Gerindra Tak Masalah Dapat Kursi Wakil Ketua MPR
Rabu, 07 Agustus 2019 - 21:04 WIB
Gerindra Tak Masalah Dapat Kursi Wakil Ketua MPR
A
A
A
JAKARTA - Partai Gerindra tak masalah jika nantinya hanya mendapatkan kursi Wakil Ketua MPR. Yang terpenting bagi Partai Gerindra, ada wakilnya di kursi pimpinan MPR.
"Kami tak munafik sebagai partai peraih suara terbanyak kedua ada harapan Gerindra bisa dapat posisi salah satu Pimpinan MPR. Tak harus Ketua MPR," ujar Anggota Badan Komunikasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Andre Rosiade dalam sebuah diskusi di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019).
Dia pun membantah syarat rekonsiliasi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto adalah kursi Ketua MPR untuk Partai Gerindra. "Pimpinan MPR itu last minutes kita diskusi dua bulan ini sebelum hari H, hari ini mungkin si ini, bisa saja sepuluh menit sebelum pengajuan nama berubah," katanya.
Maka itu, menurut dia, tidak perlu menguras stamina berlebihan untuk masalah kursi Pimpinan MPR itu. Dia berpendapat lebih baik mendorong anggota DPR periode sekarang untuk fokus pada masalah krisis ekonomi global.
"Kursi MPR bisa kita bicarakan belakangan, yang penting sekarang pemilu sudah selesai, kontestasi sudah selesai, saatnya kita guyub kembali baik yang mau di jalan pemerintah, mau yang di luar pemerintah sama-sama kita bangun bangsa ini," paparnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengklaim partainya berhak mendapatkan kursi Ketua MPR. Sebab, kata Fadli Zon, Partai Gerindra meraih suara terbanyak kedua nasional di Pileg 2019.
"Kami tak munafik sebagai partai peraih suara terbanyak kedua ada harapan Gerindra bisa dapat posisi salah satu Pimpinan MPR. Tak harus Ketua MPR," ujar Anggota Badan Komunikasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Andre Rosiade dalam sebuah diskusi di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019).
Dia pun membantah syarat rekonsiliasi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto adalah kursi Ketua MPR untuk Partai Gerindra. "Pimpinan MPR itu last minutes kita diskusi dua bulan ini sebelum hari H, hari ini mungkin si ini, bisa saja sepuluh menit sebelum pengajuan nama berubah," katanya.
Maka itu, menurut dia, tidak perlu menguras stamina berlebihan untuk masalah kursi Pimpinan MPR itu. Dia berpendapat lebih baik mendorong anggota DPR periode sekarang untuk fokus pada masalah krisis ekonomi global.
"Kursi MPR bisa kita bicarakan belakangan, yang penting sekarang pemilu sudah selesai, kontestasi sudah selesai, saatnya kita guyub kembali baik yang mau di jalan pemerintah, mau yang di luar pemerintah sama-sama kita bangun bangsa ini," paparnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengklaim partainya berhak mendapatkan kursi Ketua MPR. Sebab, kata Fadli Zon, Partai Gerindra meraih suara terbanyak kedua nasional di Pileg 2019.
(kri)