PKS Akui Revolusi Mental Tak Jalan di Periode Pertama Jokowi

Senin, 29 Juli 2019 - 22:25 WIB
PKS Akui Revolusi Mental...
PKS Akui Revolusi Mental Tak Jalan di Periode Pertama Jokowi
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai, Revolusi Mental yang menjadi jargon Presiden Joko Widodo (Jokowi) di awal pemerintahannya, ternyata tidak berjalan di periode pertama.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengakui, bahwa ada kesuksesan yang perlu dilanjutkan di periode kedua nanti. "Evaluasi periode pertama, jargon Revolusi Mental tidak jalan," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada SINDOnews di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Mardani memaparkan, banyak hal yang membuat dia menilai bahwa jargon Revolusi Mental ini hanya ungkapan semata. Di antaranya, Persepsi Indeks Korupsi Indonesia masih tinggi, kualitas pendidikan masih jauh dari harapan, peredaran narkoba terus merebak.

"Dan banyak elite masih bermasalah dengan hukum," ucap Mardani.

Kemudian lanjut Wakil Ketua Komisi II DPR itu, di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi masih stagnan di angka 5% padahal, targetnya 7%. Bahkan fenomena deindustrialisasi masih terjadi.

(Baca juga: DPR Dukung Larangan Eks Koruptor Maju Jadi Calon Kepala Daerah)

Sementara kata Mardani, defisit neraca perdagangan terus meningkat, dan pengelolaan energi dan pangan belum menuju pada kedaulatan. "(Jokowi) Perlu berbenah dengan mencari figur utama di bidang ekonomi," ujar Mardani.

Selain itu sambung Mardani, kondisi demokrasi juga masih prosedural dan belum menyentuh hal yang substansial. Politik uang dan politik dinasti masih terus berjalan baik di pusat maupun di daerah-daerah.

"Kualitas pemilu kita masih jauh dari harapan," tegasnya.

Namun demikian, Mardani mengakui sejumlah hal di pemerintahan Jokowi yang sudah berjalan dengan baik. Di antaranya, urusan hubungan Luar Negeri, infrastruktur hingga urusan pertanahan berjalan dengan baik.

"Untuk periode kedua, lanjutkan yang sudah baik dan fokus pada tiga hal yakni ekonomi, pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan hingga merapihkan kualitas demokrasi," tandas Mardani.
(maf)
Berita Terkait
PKS: Reshuffle atau...
PKS: Reshuffle atau Tidak, Semua Kebijakan Harus untuk Kepentingan Rakyat
Politikus PKS: Butuh...
Politikus PKS: Butuh Tindakan Cepat dari Pemimpin, Bukan Sekadar Pidato
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, PKS: Kami Oposisi Sendiri Nggak Apa-Apa
Ketua Fraksi PKS: Kemarahan...
Ketua Fraksi PKS: Kemarahan Jokowi Wajar, Itu Suara Kami sejak Awal
PKS: Marah Sekali Wajar,...
PKS: Marah Sekali Wajar, Berkali-kali Cenderung Sakit
Presiden PKS: Pak Jokowi...
Presiden PKS: Pak Jokowi Seharusnya Marah dari Dulu
Berita Terkini
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved