Jokowi, Prabowo, Mega Akan Bertemu, PDIP: Jangan Kaitkan Urusan Koalisi
Selasa, 23 Juli 2019 - 19:35 WIB
Jokowi, Prabowo, Mega Akan Bertemu, PDIP: Jangan Kaitkan Urusan Koalisi
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan akan bertemu kembali pada Rabu 24 Juli 2019, besok.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dikabarkan juga hadir dalam pertemuan dua konstestan yang rival pada Pilpres 2019 ini.
Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto tidak menampik kabar tersebut. Bahkan dia menjelaskana tentang hubungan antara Megawati dan Prabowo yang selama ini dikatakannya berjalan baik.
"Pada saat kampanye pilpres pun, hubungan antara Ibu Mega dan Pak Prabowo berjalan baik, saling menghormati dan tidak pernah terlontar hal-hal yang membuat adanya jarak. Ibu Mega percaya pada kenegarawanan Pak Prabowo dan sama halnya dengan Pak Jokowi, kepemimpinan yang memersatukan dan diwarnai dengan dialog antar pemimpin, merupakan hal yang memang seharusnya dilakukan," kata Hasto kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).
Soal kapan dan di mana lokasi yang akan dipilih Megawati, Jokowi dan Prabowo untuk bertemu akan diinformasikan lebih lanjut.
Dia menjelaskan pertemuan tersebut adalah pertemuan persahabatan antar pemimpin yang meski dalam pilihan politik berbeda, namun memiliki komitmen untuk berdialog dan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.
Kendati demikian, menurut dia, apa pun rekonsiliasi pasca pemilu penting untuk dilakukan. "Pertemuan tersebut jangan dimaknakan terlalu jauh dengan pembentukan koalisi. Sebab terkait koalisi pasca pilpres, fatsunnya harus dibahas bersama antara Presiden dengan seluruh Ketum Koalisi," tuturnya.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dikabarkan juga hadir dalam pertemuan dua konstestan yang rival pada Pilpres 2019 ini.
Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto tidak menampik kabar tersebut. Bahkan dia menjelaskana tentang hubungan antara Megawati dan Prabowo yang selama ini dikatakannya berjalan baik.
"Pada saat kampanye pilpres pun, hubungan antara Ibu Mega dan Pak Prabowo berjalan baik, saling menghormati dan tidak pernah terlontar hal-hal yang membuat adanya jarak. Ibu Mega percaya pada kenegarawanan Pak Prabowo dan sama halnya dengan Pak Jokowi, kepemimpinan yang memersatukan dan diwarnai dengan dialog antar pemimpin, merupakan hal yang memang seharusnya dilakukan," kata Hasto kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).
Soal kapan dan di mana lokasi yang akan dipilih Megawati, Jokowi dan Prabowo untuk bertemu akan diinformasikan lebih lanjut.
Dia menjelaskan pertemuan tersebut adalah pertemuan persahabatan antar pemimpin yang meski dalam pilihan politik berbeda, namun memiliki komitmen untuk berdialog dan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.
Kendati demikian, menurut dia, apa pun rekonsiliasi pasca pemilu penting untuk dilakukan. "Pertemuan tersebut jangan dimaknakan terlalu jauh dengan pembentukan koalisi. Sebab terkait koalisi pasca pilpres, fatsunnya harus dibahas bersama antara Presiden dengan seluruh Ketum Koalisi," tuturnya.
(dam)