DPP Golkar Usul Rombak Pengurus Jelang Munas, BPPG: Mungkin Takut Kalah Voting

Minggu, 21 Juli 2019 - 14:55 WIB
DPP Golkar Usul Rombak...
DPP Golkar Usul Rombak Pengurus Jelang Munas, BPPG: Mungkin Takut Kalah Voting
A A A
JAKARTA - Tensi politik partai Golkar sempat menurun, pasca pertemuan politisi Senior Golkar Luhut Binsar Pandjaitan yang akrab disapa LBP dengan Airlangga Hartarto serta Bambang Soesatyo (Bamsoet), terkait pencalonan mereka sebagai Caketum pada perhelatan Munas Golkar mendatang.

Namun, Kordinator Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) Abdul Aziz menilai, komitmen untuk membuat suasana tetap tenang nampaknya kurang diindahkan oleh kubu Airlangga sebagai petahana.

Sebab DPP Golkar malah mengusulkan perubahan Pengurus kepada Kementerian Hukum dan HAM, padahal hal tersebut dapat menimbulkan spekulasi tersendiri, karena hal tersebut sangat tidak lazim dilakukan menjelang Musyawarah Nasional (Munas)

“Sekarang sudah masuk fase pra Munas, menurut saya tidak ada urgensinya (perubahan pengurus) bagi Golkar, hal itu justru hanya akan membuat tensi semakin panas dan tingkat kepercayaan terhadap DPP akan semakin tergerus, ini blunder,” ujar Abdul Aziz di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Aziz menambahkan bahwa perubahan kepengurusan tersebut hanya akan memperkeruh suasana menjelang Munas partai Golkar. Seharusnya, kata Aziz, DPP Golkar fokus menggelar tahapan tahapan pra Munas.

"Seperti menggelar Rapat Pleno dan Rapimnas, bukan malah main rombak susunan pengurus, ini kan indikasi DPP akan main kayu di Rapat Pleno, mungkin takut kalah voting di Pleno," jelasnya.

Selain alasan pelanggaran prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela (PDLT), lanjut Aziz, seharusnya perubahan struktur pengurus baik Pusat maupun Daerah menjelang Munas ini harus dihindari.

"Karena hal ini semakin melegitimasi bahwa kepemimpinan Golkar di bawah Airlangga sangat otoriter dan jauh dari kesan demokratis, ini sangat buruk untuk citra Golkar," ungkap Aziz.

Waketum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini pun memprediksi akan ada kegaduhan jika DPP Golkar tetap melalukan perubahan kepengurusan sebelum Munas.

“Saya melihat kalau DPP mengedepankan cara cara seperti ini malah akan memperkeruh suasana Pra Munas ini, ke depan fase pra Munas ini gak akan Smooth, rentan sekali konflik," tuturnya.

Sebelumnya, Bamsoet meminta kepada semua pihak untuk dapat saling menahan ego dan mengedepankan komitmen agar tidak terjadi kegaduhan pada internal Golkar.

“Untuk Munas saya katakan dengan tegas, kami akan menjaga komitmen. Karena 20 Oktober pelantikan presiden, maka jangan ada kegaduhan. Saya pribadi berpandangan munas kita lakukan setelah pelantikan presiden," kata Bamsoet, di Jakarta, Kamis (18/7/2019).
(pur)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Febrie Ditetapkan Jadi...
Febrie Ditetapkan Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM
Rakernas Perdana IKAL...
Rakernas Perdana IKAL Lemhannas Rumuskan Program Strategis Dukung Asta Cita Prabowo
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Infografis
Profil Emmanuel Macron,...
Profil Emmanuel Macron, Presiden Prancis yang Takut pada Istrinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved