Wakaf Didorong Masuk Kurikulum Pendidikan SMA dan PT

Kamis, 11 Juli 2019 - 19:04 WIB
Wakaf Didorong Masuk...
Wakaf Didorong Masuk Kurikulum Pendidikan SMA dan PT
A A A
JAKARTA - Badan Wakaf Indonesia (BWI) berusaha meningkatkan literasi tentang wakaf yang saat ini masih minim.

Minimnya literasi ini membuat ketertarikan masyarakat untuk berwakaf masih rendah. Hal itu dapat dilihat dari pendapatan wakaf uang di Indonesia yang baru mencapai sekitar Rp199 miliar.

Upaya peningkatan literasi itu dilakukan dengan memasukkan materi wakaf dalam kurikulum pendidikan sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi (PT).

Guna mewujudkannya, Badan Wakaf Indonesia menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag).

“Memang harus ditekankan untuk meningkatkan literasi wakaf. Paling mudah dilakukan melalui lembaga pendidikan, yakni dengan memasukkan wakaf ke kurikulum pendidikan,” kata wakil ketua Badan Wakaf Indonesia, Imam Teguh Saptono saat Halal Bihalal dan Bincang Wakaf di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Imam menjelaskan bahwa untuk mendukung peningkatan literasi, maka pihaknya sedang menyusun buku-buku tentang wakaf untuk materi pendidikan strata 1 (S1) di PT.

Sedangkan di tingkat SMA telah diterbitkan buku ekonomi syariah yang di dalamnya juga membahas tentang wakaf.

Badan Wakaf Indonesia juga akan membuka pendidikan program master khusus wakaf.
Menurut Imam, program ini akan memberi pendidikan kepada nazir dari berbagai lembaga pengelola wakaf.

Para nazir selanjutnya bakal diberi sertifikasi. Pendidikan program master wakaf ini akan dirintis di Sekolah Tinggi Islam Gontor, Jawa Timur.

Imam menambahkan, apabila wakaf dikelola dengan baik, maka bisa menggantikan utang luar negeri. “Pemerintah tak perlu cari utang ke luar negeri. Sehingga kedaulatan negara terjaga. Selain itu wakaf juga bisa memegang peranan penting dalam perekonian,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Badan Wakaf Indonesia Susono Yusuf menambahkan, pihaknya berkeliling ke sejumlah kampus PT untuk menjelaskan mengenai wakaf ke mahasiswa.

Diharapkan nantinya bisa dilanjutkan dengan membuat program wakaf investasi mahasiswa.
Susono menambahkan, literasi wakaf menyasar mahasiswa dengan beberapa pertimbangan.

Di antaranya bahwa mereka beberapa tahun ke depan sudah bekerja di berbagai bidang.
Dengan demikian, diharapkan setelah mereka mempunyai penghasilan maka mau berwakaf (wakif) dan jadi pegiat wakaf.
(shf)
Berita Terkait
Ketua BWI Tegaskan Nonmuslim...
Ketua BWI Tegaskan Nonmuslim Boleh Menerima Manfaat Wakaf
Punya Manfaat Multidimensi,...
Punya Manfaat Multidimensi, Ekosistem Wakaf Perlu Dikembangkan
Rakernas BWI Dukung...
Rakernas BWI Dukung Visi Indonesia Emas lewat Akselerasi Wakaf Tunai dan Produktif
Lahirkan Nazhir Wakaf...
Lahirkan Nazhir Wakaf Profesional, BWI dan WMI Gelar Pelatihan dan Sertifikasi
Meningkat! Kesadaran...
Meningkat! Kesadaran Berwakaf Umat Tumbuh 6 Persen Per Tahun
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Wakaf, Digitalisasi Wakaf Perlu Digelorakan
Berita Terkini
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved