Restu Jokowi Dinilai Jadi Penentu Hasil Munas Golkar Terkait Posisi Ketum
Minggu, 07 Juli 2019 - 15:49 WIB
Restu Jokowi Dinilai Jadi Penentu Hasil Munas Golkar Terkait Posisi Ketum
A
A
A
JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar bakal beragendakan pemilihan ketua umum barunya. Dua kandidat kuat yang menjadi perbincangan saat ini adalah Ketua Umum Partai Golkar sekarang Airlangga Hartarto dan Ketua DPR Bambang Soesatyo.
Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi menilai penentuan hasil Munas Golkar terkait ketua umumnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal tapi juga restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Harus diakui hasil yang akan menentukan Munas mendatang tidak hanya diwarnai oleh kejadian di internal ruang sidang tapi bisa saja atau bahkan sering kali didominasi oleh variabel di luar sidang Munas. Apa itu? Yaitu soal tiket atau restu yang diberikan oleh Pak Jokowi sebagai presiden," ujar Burhanuddin dalam diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/7/2019).
Menurut Burhan, restu Jokowi untuk hasil pemilihan Ketum Golkar dalam Munas merupakan satu fakta yang tidak terbantahkan. Hal itu dicontohkan pada pengalaman tahun 2005 ketika Munas pasca Pemilu 2004.
"Saat itu Bung Akbar Tanjung berhasil memenangkan Partai Golkar dari sebelumnya di bawah PDIP tahun 1999 jadi partai pemenang pemilu tahun 2004 itupun keberhasilan Bang Akbar dalam memenangkan partai Golkar tidak direward oleh peserta Munas dengan memberikan suaranya kepada Akbar lagi, yang maju sebagai ketua umum justru diberikan kepada Jusuf Kalla di Munas di Bali," jelasnya.
Dari hal tersebut, kata Burhanuddin, dapat diartikan kekuasaan menjadi faktor penentu di luar dari performa elektoral ketua umum petahana di pemilu sebelumnya.
"Jadi saya masih yakin dengan tesis siapapun yang menang di Munas mendatang begitu sangat ditentukan apakah si calon mengantongi restu dari kekuasaan atau tidak," tuturnya.
Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi menilai penentuan hasil Munas Golkar terkait ketua umumnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal tapi juga restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Harus diakui hasil yang akan menentukan Munas mendatang tidak hanya diwarnai oleh kejadian di internal ruang sidang tapi bisa saja atau bahkan sering kali didominasi oleh variabel di luar sidang Munas. Apa itu? Yaitu soal tiket atau restu yang diberikan oleh Pak Jokowi sebagai presiden," ujar Burhanuddin dalam diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/7/2019).
Menurut Burhan, restu Jokowi untuk hasil pemilihan Ketum Golkar dalam Munas merupakan satu fakta yang tidak terbantahkan. Hal itu dicontohkan pada pengalaman tahun 2005 ketika Munas pasca Pemilu 2004.
"Saat itu Bung Akbar Tanjung berhasil memenangkan Partai Golkar dari sebelumnya di bawah PDIP tahun 1999 jadi partai pemenang pemilu tahun 2004 itupun keberhasilan Bang Akbar dalam memenangkan partai Golkar tidak direward oleh peserta Munas dengan memberikan suaranya kepada Akbar lagi, yang maju sebagai ketua umum justru diberikan kepada Jusuf Kalla di Munas di Bali," jelasnya.
Dari hal tersebut, kata Burhanuddin, dapat diartikan kekuasaan menjadi faktor penentu di luar dari performa elektoral ketua umum petahana di pemilu sebelumnya.
"Jadi saya masih yakin dengan tesis siapapun yang menang di Munas mendatang begitu sangat ditentukan apakah si calon mengantongi restu dari kekuasaan atau tidak," tuturnya.
(kri)