Cak Imin Sudah Ajukan 10 Nama untuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Sabtu, 06 Juli 2019 - 14:38 WIB
Cak Imin Sudah Ajukan 10 Nama untuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sudah mengajukan 10 nama calon menteri kepada Presiden Joko Widodo untuk dipertimbangkan masuk dalam Kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Cak imin sudah mengajukan 10 nama tapi pada akhirnya Pak Jokowi yang menentukan. Saya juga enggak tahu siapa saja namanya. Yang tahu Pak Jokowi dan Cak imin," ujar Wakil Sekretarris Jenderal DPP PKB, Daniel Johan dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM bertajuk Rebut Ribut Kursi Menteri di Resto d'Consulate, Menteng, Jakarta, Sabtu (6/7/2019).
Dia pun menepis anggapan Cak Imin agresif dalam berusaha mendapatkan kursi menteri pada Kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Menurut Daniel, apa uang dilakukan Cak Imin mewakili semangat anak muda sehingga mengajukan lebih banyak calon menteri dari PKB.
Mengenai posisi menteri yang bakal diajukan PKB, Daniel mengakui partainya menganggap penting sumber daya manusia dalam konteks pendidikan.
Menurut dia, pengembangan pendidikan pesantren sangat penting sehingga lulusan pesantren bisa bersaing dengan sekolah umum.
"Masalah perekonomian rakyat. bagaimana nanti Kabinet Pak Jokowi kedua ini bisa benar meningkatkan pendapatan masyarakat. Ada dua hal, pendidikan dan ekonomi masyarakat," tuturnya.
"Cak imin sudah mengajukan 10 nama tapi pada akhirnya Pak Jokowi yang menentukan. Saya juga enggak tahu siapa saja namanya. Yang tahu Pak Jokowi dan Cak imin," ujar Wakil Sekretarris Jenderal DPP PKB, Daniel Johan dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM bertajuk Rebut Ribut Kursi Menteri di Resto d'Consulate, Menteng, Jakarta, Sabtu (6/7/2019).
Dia pun menepis anggapan Cak Imin agresif dalam berusaha mendapatkan kursi menteri pada Kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Menurut Daniel, apa uang dilakukan Cak Imin mewakili semangat anak muda sehingga mengajukan lebih banyak calon menteri dari PKB.
Mengenai posisi menteri yang bakal diajukan PKB, Daniel mengakui partainya menganggap penting sumber daya manusia dalam konteks pendidikan.
Menurut dia, pengembangan pendidikan pesantren sangat penting sehingga lulusan pesantren bisa bersaing dengan sekolah umum.
"Masalah perekonomian rakyat. bagaimana nanti Kabinet Pak Jokowi kedua ini bisa benar meningkatkan pendapatan masyarakat. Ada dua hal, pendidikan dan ekonomi masyarakat," tuturnya.
(dam)