Respons Ma'ruf Amin Soal Pertimbangan Jatah Menteri untuk NU
Selasa, 02 Juli 2019 - 14:01 WIB
Respons Ma'ruf Amin Soal Pertimbangan Jatah Menteri untuk NU
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) terpilih, KH Ma'ruf Amin mengaku belum ada usulan nama dari kader Nahdlatul Ulama (NU) yang disodorkan kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi), untuk mengisi pos menteri.
"Belum, saya belum memberikan usulan," jelas Ma'ruf usai memimpin rapat Rutin Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (2/7/2019).
Kiai Ma'ruf pun mengaku belum ada kriteria calon menteri asal NU yang akan disodorkan kepada Jokowi. Menurutnya, jika ada tawaran dari Jokowi, dirinya akan ikut memberikan pertimbangan.
"(Soal usulan menteri dari NU) nanti Pak Jokowi minta pertimbangan saya," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Abah itu juga mengatakan, jika NU minta jatah menteri, maka hal tersebut bisa langsung disampaikan kepada Jokowi. "Ya nanti, saya bilang (ke pengurus NU), sampaikan saja ke pak Jokowi (kalau minta jatah menteri)," ujarnya.
Untuk diketahui, setidaknya ada tiga kader NU yang bersuara mengenai jatah menteri untuk NU. Pertama Wakil Syuriah PWNU Jawa Timur, Agoes Ali Masyhuri yang blak-blakan meminta jatah kursi karena menganggap tidak ada dukungan politik yang gratis dari warga dan tokoh NU dalam kemenangan Jokowi-Ma'ruf.
Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar juga mengatakan, NU mengaku akan menyiapkan kadernya jika diminta Presiden Jokowi untuk mengisi kursi kabinet. "Soal kesiapan, sejak dulu siap," kata Kiai yang menggantikan posisi Ma'ruf di PBNU tersebut, di Jakarta, 23 Juni 2019.
Hal senada juga disampaikan Wakil Sekjen PBNU, Masduki Baidlowi yang menyebut kontribusi NU cukup besar dalam pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Untuk itu, ia berharap, Jokowi membalas kontribusi tersebut dengan mengangkat kader NU sebagai menteri.
"Kemarin kan sudah memberi kontribusi yang cukup besar, mudah-mudahan ya dibawa oleh Presiden," kata Masduki di Jakarta, 25 Juni 2019.
"Belum, saya belum memberikan usulan," jelas Ma'ruf usai memimpin rapat Rutin Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (2/7/2019).
Kiai Ma'ruf pun mengaku belum ada kriteria calon menteri asal NU yang akan disodorkan kepada Jokowi. Menurutnya, jika ada tawaran dari Jokowi, dirinya akan ikut memberikan pertimbangan.
"(Soal usulan menteri dari NU) nanti Pak Jokowi minta pertimbangan saya," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Abah itu juga mengatakan, jika NU minta jatah menteri, maka hal tersebut bisa langsung disampaikan kepada Jokowi. "Ya nanti, saya bilang (ke pengurus NU), sampaikan saja ke pak Jokowi (kalau minta jatah menteri)," ujarnya.
Untuk diketahui, setidaknya ada tiga kader NU yang bersuara mengenai jatah menteri untuk NU. Pertama Wakil Syuriah PWNU Jawa Timur, Agoes Ali Masyhuri yang blak-blakan meminta jatah kursi karena menganggap tidak ada dukungan politik yang gratis dari warga dan tokoh NU dalam kemenangan Jokowi-Ma'ruf.
Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar juga mengatakan, NU mengaku akan menyiapkan kadernya jika diminta Presiden Jokowi untuk mengisi kursi kabinet. "Soal kesiapan, sejak dulu siap," kata Kiai yang menggantikan posisi Ma'ruf di PBNU tersebut, di Jakarta, 23 Juni 2019.
Hal senada juga disampaikan Wakil Sekjen PBNU, Masduki Baidlowi yang menyebut kontribusi NU cukup besar dalam pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Untuk itu, ia berharap, Jokowi membalas kontribusi tersebut dengan mengangkat kader NU sebagai menteri.
"Kemarin kan sudah memberi kontribusi yang cukup besar, mudah-mudahan ya dibawa oleh Presiden," kata Masduki di Jakarta, 25 Juni 2019.
(maf)