Jokowi Susun Kabinet, Demokrat Tunggu Permintaan, PAN Tahu Diri

Minggu, 30 Juni 2019 - 08:05 WIB
Jokowi Susun Kabinet,...
Jokowi Susun Kabinet, Demokrat Tunggu Permintaan, PAN Tahu Diri
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, partainya masih akan menunggu “demand” atau permintaan yang tinggi dari pihak pemerintah sebelum memutuskan masuk Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Dengan demikian, Demokrat siap menyediakan “supply” atau penawaran yang sesuai.

“Berbicara kans (masuk koalisi), itu tergantung supply and demand, kalau ada demand yang bagus, kita cocok dengan baik dan betul-betul sangat menjajikan, itu akan kita supply,” tandas Syarief di Jakarta, kemarin. Soal jatah kursi menteri, Syarief mengaku bahwa pihaknya enggan berandai-andai karena kursi menteri adalah hak prerogatif presiden.

Menurut dia, yang penting bagi Demokrat adalah bagaimana 14 poin prioritas Partai Demokrat yang telah ditawarkan kepada Presiden Jokowi oleh Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurty Yudhoyono (AHY) dapat diakomodasi. Dan Demokrat juga saat ini tengah menggencarkan komunikasi politik dengan koalisi pemerintah. “Itu kebutuhan dasar yang bisa melihat bahwa dengan hubungan personal yang bagus, maka program yang diwacanakan akan bisa dilaksanakan bersama,” paparnya.

Karena itu, menurut mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah itu, akan lebih baik jika pemerintah berjuang bersama namun dengan kesamaan visi. Terlebih, Demokrat berpengalaman baik di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan. Demokrat juga masih memiliki waktu untuk berdiskusi dan memutuskan secara resmi perihal arah kebijakan politik untuk 2019-2024.

“Kita akan diskusi dan kita akan melihat sejauh mana demand-nya. Demand cukup tinggi atau tidak. Atau demand hanya biasa-biasa saja. Kalau demand tinggi dengan visi yang sama, kenapa tidak?. Sekali lagi untuk kepentingan rakyat tahun 2024, rakyat perlu prioritas yang tinggi,” ujarnya.

Terpisah, Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan tidak akan memaksakan diri untuk masuk dalam koalisi pemerintah. Politikus PAN Faldo Maldini menyatakan, PAN cukup tahu diri atas perolehan suara dalam Pemilu 2019 lalu yang hanya mengumpulkan 6,9% suara di DPR.

“Sebenarnya, partai di BPN (Badan Pemenangan Nasional) sudah menentukan jalan hidup masing-masing dan kita saling menghormati. Kita memahami kami mempunyai angka yang relatif kecil. Memang, di internal PAN sendiri banyak yang ingin tetap di oposisi, tapi yang ingin bergabung (koalisi pemeritah) juga tidak sedikit,” ungkapnya.

Faldo menjelaskan bahwa PAN merupakan partai yang demokratis, sehingga setiap kader PAN bebas bersuara asalkan tidak melanggar garis besar kebijakan partai. Karena itu, menurut dia, apapun pendapat kader maka hal itu akan diputuskan bersama sesuai mekanisme dan itu akan dibahas dalam Rakernas (Rapat Kerja Nasional) PAN.

Yang jelas, pihaknya tidak mau terlalu percaya diri untuk diajak Jokowi masuk KIK. “Sebenarnya kami di PAN enggak mau kegeeran juga dengan angka yang 6,9% kursi bisa ada pengurangan sedikit tapi suara bertambah. Kami akan selalu fokus pada hal yang menginginkan konstituen PAN,” ungkapnya.

Namun, menurut Faldo, PAN juga masih menunggu inisiatif dari Prabowo soal melanjutkan koalisi oposisi. Jadi, apakah Prabowo akan tetap bersama dengan koalisi yang sama-sama tidak menyukai Jokowi atau membuat keputusan yang tidak populer dengan bergabung bersama dengan koalisi pemerintahan. PAN sendiri siap menjadi oposisi bila itu memang diputuskan dalam rakernas.

Karena itu, lanjutnya, PAN masih menungu realisasi dari forum komunikasi atau kaukus BPN yang akan mendiskusikan arah politik pihak-pihak yang pernah ada dalam BPN sebelumnya. “PAN itu mengedepankan musyawarah, ada mekanisme dari ranting. PAN nggak mau kegeeran, diajak syukur, nggak diajak juga PAN tahu diri. Kalau jadi oposisi kalau itu diputuskan di mekanisme internal kami siap,” tandasnya.
(don)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Berita Terkini
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved