Sikapi Putusan MK, Perludem Nilai Pidato Prabowo Tak Tulus

Sabtu, 29 Juni 2019 - 17:14 WIB
Sikapi Putusan MK, Perludem...
Sikapi Putusan MK, Perludem Nilai Pidato Prabowo Tak Tulus
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menilai bahwa pidato Calon Presiden (Capres) 02, Prabowo Subianto setelah putusan Mahkamah Kostitusi (MK) pada Kamis (27/6/2019) malam tidak tulus karena masih menggunakan catatan kaki terhadap penerimaan putusan MK tersebut. Bagaimanapun, apa yang disampaikan Prabowo akan berdampak pada pemikiran para pendukungnya.

“Pesan dari bubarnya Koalisi Adil Makmur adalah bahwa ada partai yang akan masuk ke koalisi pemerintah. Ini seharusnya jadi pelajaran bagi para pemilih yang terbelah sedemikian rupa, padahal realita politik seperti ini, elite akan biasa-biasa saja pasca pemilu,” ujar Titi dalam Polemik Trijaya FM yang bertajuk “Endgame: Peta Politik Pasca Putusan MK” di d’Consulate Resto Menteng, Jakarta, Sabtu (29/6/2019).

Menurut Titi, yang sebenarnya harus dipulihkan adalah masyarakat pemilih karena faktanya polarisasi terjadi di masyarakat dan itu sangat dalam. Sehingga, tidak cukup kemudian hanya rekonsiliasi politik yang dimaknai dengan ambil bagian di koalisi pemeritah tapi rekonsiliasi sosial di masyarakat Indonesia.

“Karena, yang betul-betul terdampak oleh koalisi yang tidak alamiah (karena adanya ambang batas pencalonan presiden) itu dan terbelahnya masyarakat,” jelas Titi.

Karena itu, Titi menyayangkan bahwa pidato Prabowo terdengar belum tulus dalam menerima putusan MK. Karena, dalam pidato tersebut masih terdapat catatan kaki terhadap pengakuan putusan MK di awal. Padahal, apa yang dikatakan Prabowo sangat memengaruhi masyarakat untuk berekonsiliasi.

“Itu belum tulus terlihat dalam pidato Pak Prabowo kemarin. Pidato Pak Prabowo kemarin masih pakai disclaimer, atau catatan kaki lah. Meskipun di belakang publik bisa menelepon langsung (Prabowo telepon Jokowi), mungkin bisa saja, teknologi itu yang membuat pengakuan bisa terpublikasi, privat pun enggak, itu yang diperlukan itu Pak Prabowo mau menerima Pemilu 2019,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved