RUU Jabatan Hakim Dinilai Mendorong Akuntabilitas dan Profesionalitas Hakim

Selasa, 25 Juni 2019 - 20:07 WIB
RUU Jabatan Hakim Dinilai...
RUU Jabatan Hakim Dinilai Mendorong Akuntabilitas dan Profesionalitas Hakim
A A A
JAKARTA - Deputi Direktur Indonesian Legal Roundtable, Erwin Natosmal menyayangkan DPR yang belum merampungkan Rancangan Undang-undang Jabatan Hakim. Menurutnya RUU jabatan Hakim sangat strategis untuk mendorong akuntabilitas para hakim.

"Saya agak menyayangkan jika DPR tidak menyelesaikan RUU Jabatan Hakim ini. Padahal RUU ini sangat strategis dalam mendorong akuntabilitas dan profesionalitas kekuasaan kehakiman," ujar Erwin saat dihubungi Sindonews, Selasa (25/6/2019).

Erwin menilai, RUU jabatan hakim dianggap bukan regulasi yang "basah" oleh para anggota dewan sehingga DPR terkesan tidak serius.

"Saya melihat karena RUU ini mungkin saja dianggap bukan regulasi yang mempunyai implikasi yang langsung terhadap kepentingan anggota dewan atau parpol sehingga DPR terkesan tidak serius," jelasnya.

Erwin juga mengungkap, salah satu faktor yang diduga membuat tersendatnya RUU tersebut dirampungkan karena adanya penolakan dari IKAHI (Ikatan Hakim Indonesia). Hal itu sah saja menurutnya, meski demikian DPR harus fokus ke kepentingan yang lebih besar, yaitu melihat RUU Jabatan Hakim sebagai upaya mempertajam reformasi peradilan.

"Karena jika DPR gagal untuk menyelesaikannya, maka ada beban bagi anggota DPR periode setelahnya untuk mengulang pembahasan dari awal padahal secara konseptual hampir tidak ada persoalan mendasar," ungkapnya.

Selain itu, Erwin juga menilai kendala waktu dan komitmen dari para anggota DPR juga menjadi salah satu faktor tersendat rampungnya RUU tersebut. Padahal, kata Erwin, RUU jabatan hakim memiliki implikasi yang signifikan terkait pengadilan.

"Pada sisi lain, saya melihat bahwa ada juga soal kendala waktu dan komitmen. Tidak banyak anggota DPR yang benar-benar menyadari bahwa RUU ini punya implikasi yang signifikan dalam mereform pengadilan," tuturnya.
(pur)
Berita Terkait
Perilaku Hakim Agung...
Perilaku Hakim Agung Paling Banyak Dilaporkan ke Komisi Yudisial
161 Calon Hakim Agung...
161 Calon Hakim Agung dan 18 Hakim Ad Hoc HAM Lolos Seleksi Administrasi
Perkuat KY, Sistem Perekrutan...
Perkuat KY, Sistem Perekrutan Hakim Agung Harus Diubah
573 Hakim Dilaporkan...
573 Hakim Dilaporkan ke Komisi Yudisial, Begini Analisa Kasusnya
153 Calon Hakim Agung...
153 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc HAM Lolos Seleksi Administrasi
Sepi Peminat, KY Perpanjang...
Sepi Peminat, KY Perpanjang Penerimaan Calon Hakim Ad Hoc HAM
Berita Terkini
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved