TKN Nilai Koalisi Tidak Bisa Bubar Selama Proses Gugatan Masih Berlangsung di MK

Selasa, 11 Juni 2019 - 07:43 WIB
TKN Nilai Koalisi Tidak...
TKN Nilai Koalisi Tidak Bisa Bubar Selama Proses Gugatan Masih Berlangsung di MK
A A A
JAKARTA - Sikap Politikus Partai Demokrat, Rachland Nasidik yang meminta agar Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibubarkan menuai reaksi beragam di masyarakat, termasuk Koalisi Indonesia Kerja pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni mengaku pihaknya tidak paham logika yang dibangun pengurus Demokrat terkait pembubaran tersebut. Menurutnya, seluruh koalisi masih eksis termasuk koalisi pengusung Prabowo-Sandi di mana masing-masing koalisi masih mengurus persiapan proses gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkmah Kontitusi (MK).

"Jadi tidak mungkin bubar secara organisatoris sampai Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf ditetapkan secara legal-konstitusional sebagai presiden dan wakil presiden terpilih," ujar Antoni saat dihubungi, Selasa (11/6/2019).

Lebih jauh lagi, pria yang akrab disapa Toni itu menuturkan partai-partai yang tergabung di TKN diharapkan menjadi koalisi permanen selama lima tahun untuk mengawal pemerintahan Jokowi-Kiai Ma'ruf guna memastikan janji politik Jokowi selama kampanye dapat diimplementasikan dengan baik.

Dia mempersilakan jika ada partai-partai lain di luar TKN yang akan bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf. Pihaknya menganggap Koalisi Jokowi-Ma'ruf tidak ingin menjadi koalisi yang ekslusif. Selama memiliki niat baik mendukung pemerintahan Jokowi-Kiai Ma'ruf pihaknya sangat terbuka.

"Silakan kawan Demokrat atau PAN bergabung. Saya kira begitu garis politik yang diarahkan Pak Jokowi," jelas Sekjen DPP PSI itu.

Mengenai kursi di kabinet, kata Toni, pihaknya seutuhnya menyerahkan ke Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif. "Bila Pak Jokowi memberikan kursi menteri kepada Demokrat atau PAN sebagai "pendatang baru" di koalisi, kami sangat setuju dan mendukung apa pun keputusan Pak Jokowi," ucapnya.

Namun di sisi lain, tambah Toni, seperti halnya sembilan partai yang bergabung di TKN bahwa mendukung Jokowi bukan karena "politik dagang sapi" atau bagi-bagi jatah menteri. "Tapi benar-benar karena kami ingin Pak Jokowi meneruskan kepemimpinan di Indonesia. Hal ini mohon dimaklumi kawan-kawan yang ingin bergabung," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Komisi III DPR Segera Bentuk Timwas
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditetapkan Tersangka Pemerasan, Ternyata Ikuti Praktik Suaminya
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved