Pilpres Belum Usai, PAN-Demokrat Jangan Ajarkan Rakyat Berkhianat

Sabtu, 08 Juni 2019 - 12:13 WIB
Pilpres Belum Usai,...
Pilpres Belum Usai, PAN-Demokrat Jangan Ajarkan Rakyat Berkhianat
A A A
JAKARTA - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menyarankan, agar Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat tetap berada di barisan Prabowo-Sandi.

Menurut Teddy, sangat tidak elok bila kedua partai tersebut baik PAN dan Demokrat bergabung ke kubu pemerintah hanya demi jabatan.

"Hai Partai Demokrat dan PAN, jika Prabowo memang dari awal dianggap tidak layak, seharusnya kalian menarik dukungan dari awal," ucap Teddy, Sabtu (8/6/2019).

"Bukan setelah Jokowi menang baru kalian buka borok Prabowo hanya karena ingin mendapatkan kue kekuasaan dari Jokowi. Jangan sampai ya," sambungnya.

Menurut Teddy, saat ini kontestasi Pilpres 2019 belum usai lantaran Prabowo-Sandi telah mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Karena itu, Teddy menyarankan agar PAN dan Demokrat tidak meninggalkan Prabowo-Sandi berjuang di MK. "Partai Demokrat dan PAN, Pilpres belum usai, silakan baca UU Pemilu, MK adalah salah satu bagian dalam proses Pilpres," tuturnya.

"Jangan ajarkan politik khianat pada masyarakat. Kalian harus terus berjuang bersama Prabowo, jangan tinggalkan dia. Itu tindakan hina," tandas dia.

Kendati demikian, Teddy mempersilakan bila Partai Demokrat dan PAN mengajukan proposal permintaan jabatan ke Jokowi. Namun ia mengingatkan agar kedua partai tersebut tetap menemani Prabowo berjuang di MK.

"Silakan kalian ajukan proposal permohonan permintaan jabatan ke Jokowi, tapi tetap bantu Prabowo yang sekarang sedang berjuang di MK. Perjalanan belum selesai, jangan biasakan turun di tengah jalan, hanya karena ingin menumpang di mobil mewah. Itu perbuatan hina sehina-hinanya," jelasnya.

"Kami sebagai pendukung Jokowi tidak pernah menjilat Jokowi, kami hanya ingin selamatkan bangsa ini dengan memenangkan Jokowi. Kami harap oposisi seperti Partai Demokrat dan PAN jangan tinggalkan Prabowo yang sedang kesulitan," pungkas Teddy.
(maf)
Berita Terkait
Belajar dari Panasnya...
Belajar dari Panasnya Pilpres 2019, PAN Ingin Presidential Threshold Dihapus
Soal Koalisi Partai...
Soal Koalisi Partai Islam, Zulkifli Hasan Ungkap Luka Pilpres 2019
PAN Bilang Diveto Amien...
PAN Bilang Diveto Amien Rais saat Mau Dukung Jokowi, Begini Respons Waketum Partai Ummat
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Gaet Tokoh Muda hingga...
Gaet Tokoh Muda hingga Artis, Parpol Mulai Pikat Milenial untuk 2024
PAN Ungkap Pernah Diveto...
PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
Berita Terkini
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved