PDIP Sayangkan Banyaknya Provokator yang Ingin Memecah Belah Masyarakat

Jum'at, 24 Mei 2019 - 01:35 WIB
PDIP Sayangkan Banyaknya...
PDIP Sayangkan Banyaknya Provokator yang Ingin Memecah Belah Masyarakat
A A A
JAKARTA - Hari Lahir Pancasila akan diperingati pada 1 Juni 2019 nanti. Menuju peringatan Hari Lahir Pancasila, DPP PDIP menyelenggarakan Mimbar Pancasila bertema “Mimbar Pancasila Bung Karno: Pancasila Jiwa Kemajuan Indonesia Raya” di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).

Dalam Mimbar Pancasila ini, PDIP sangat menyayangkan banyaknya provokator yang ingin memecah belah masyarakat sejalan dengan tergerusnya nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat, khususnya pada pemilu tahun ini.

Daniel Dhakidae doktor lulusan ilmu politik dan pemerintahan Cornell University, Amerika Serikat sebagai pembicara dalam mimbar kebangsaan ini mengatakan saat ini banyak sekali tafsiran ideologi Pancasila yang sudah berbeda jauh dengan pidato Bung Karno 1 Juni 1945.

“Pancasila seharusnya tidak boleh ditafsir sendiri-sendiri, boleh ditafsirkan secara fair bila mengikuti basis utamanya yaitu pidato Bung Karno 1 Juni 1945,” tegasnya.

“Pancasila sebagai ideologi negara menjadikan kebangsaan atau nasionalisme sebagai core concept di mana hal ini bukan hanya mengenai ketuhanan karena dalam berbagai tafsir ketuhanan tidak menyatukan Indonesia, bukan kemanusiaaan atau kerakyatan, bukan keadilan sosial karena keadilan adalah cita-cita sehingga satu-satunya yang mempersatukan Indonesia adalah kebangsaan dan rasa nasionalisme itu sendiri,” tambahnya.

Senada dengan Daniel Dhakidae, politikus PDIP yang juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengungkapkan berubahnya tujuh kata yang mengacu pada syariat Islam di sila pertama Pancasila merupakan hasil ijtimak ulama dan tokoh Islam zaman dahulu.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga roh semangat dan sumpah pemuda sehingga Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa memuat sila pertama untuk semua golongan masyarakat, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Jadi bagi siapa pun yang mengatakan Pancasila adalah produk kafir atau toghut maka mereka sudah mencederai semangat persatuan tokoh-tokoh penggagas Pancasila yang berjuang mempersatukan kita Indonesia,” ungkapnya.

Hadir dalam Mimbar Pancasila tersebut para kader muda PDIP dari seluruh organisasi sayap PDIP, yakni Taruna Merah Putih (TMP), Relawan Perjuangan untuk Demokrasi (Repdem), Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (GANTI), serta Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).

Sejumlah badan partai PDIP juga hadir, antara lain Badan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan (BPEK), Badan Pemenangan Pemilu (BP-Pemilu), Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN), Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA).
(pur)
Berita Terkait
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved