Sejumlah Permasalahan Terkait Dugaan Kecurangan di Pilpres 2019

Selasa, 21 Mei 2019 - 17:42 WIB
Sejumlah Permasalahan...
Sejumlah Permasalahan Terkait Dugaan Kecurangan di Pilpres 2019
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga dianggap telah menyempurnakan kecurangan hasil suara Pilpres 2019. Skenario kemenangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 diduga dengan cara curang, telah dirancang sebelum perhelatan demokrasi pada 17 April 2019 dimulai.

"Kecurangan itu terjadi tiga fase, yakni, sebelum Pemilu, saat pelaksanaan, dan setelah pelaksanaan. Hasil keputusan KPU mengumumkan rekapitulasi nasional hanya melengkapi kecurangan itu," ujar Ketua Umum Gerakan Daulat Rakyat (GDR), Sangap Surbakti di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Sangap mengungkapkan sejumlah temuan kecurangan sebelum pelaksanaan Pemilu itu berlangsung, yakni, adanya daftar pemilih palsu sejumlah 16,5 juta.

Temuan itu, kata Sangap, sebenarnya sudah diprotes oleh petinggi BPN Prabowo-Sandi, Hasyim Djojohadikusumo sejak tiga bulan yang lalu.

Hasyim menemukan ada puluhan ribu penduduk dengan nama, tanggal lahir, dan kota yang sama. Namun, laporan itu tidak ditanggapi serius KPU. "Harusnya KPU segera menindaklanjuti temuan data abal-abal itu dong!" tegas Sangap.

"Tapi, KPU seolah malah tutup telinga, tutup mata tetap mau ada 16,5 juta pemilih abal-abal. Padahal itu fatal banget. Misalnya, jika dimasukkan 20 kertas suara yang sudah tercoblos 01 ke masing-masing 800 ribu TPS, berarti sudah 16 juta," sambung Sangap.

Selain masalah DPT, Pengajar Fakultas Hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini-pun mempertanyakan soal banyaknya kesalahan input data suara di Situng KPU.

"Kesalahan input data ini juga sangat fatal sekali. Banyak sekali input data situng KPU yang tidak matching dengan formulir C1," beber Aktivis '98 itu.

Sangap berpendapat, hasil real count KPU seolah dipaksakan dengan quick count yang dipublish beberapa lembaga survei, mengingat perolehan suara capres dan cawapres 01 dan juga 02 tidak jauh berbeda.

"Sepertinya ada persekonkolan jahat yang merusak demokrasi dan merampas kedaulatan rakyat," tukas Sangap.

Oleh karena itu, Sangap menantang KPU untuk mau dilakukan audit forensik. Hal ini, katanya, menentukan keprofesionalan dari lembaga penyelenggara pemilu. Dia menilai, audit ini penting untuk membongkar adanya kecurangan.

"Kalau KPU profesinal, seharusnya izinkan kita audit forensik. Karena bisa ketahuan dua hari lalu siapa yang masuk komputer, apa yang dia lakukan, apa yang dia ubah. Itu ada loginnya. Mereka tidak mau diaudit. Karena kecurangannya pasti akan terang benderang dan terbuka," jelasnya.

Apalagi, imbuh Sangap, di dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 menyebutkan, jika ada satu suara yang dihilangkan debgan sengaja, yang bersangkutan bisa kena hukuman penjara 4 tahun dan denda. Karena dugaan kecurangan ini, menurut Sangap, rakyat jadi tidak percaya dengan hasil pada Pemilu 2019.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved