Jangkar Cak Imin Harap Sengketa Pemilu lewat Jalur Hukum

Senin, 20 Mei 2019 - 18:52 WIB
Jangkar Cak Imin Harap...
Jangkar Cak Imin Harap Sengketa Pemilu lewat Jalur Hukum
A A A
JAKARTA - Koordinator Nasional Jaringan akar rumput Cak Imin (Jangkar Cak Imin), A Jabidi Ritonga menyambut baik hasil Pemilu 2019, baik Pilpres dan Plileg yang sudah berjalan dengan baik, jujur dan damai.

"Inilah anugerah yang luar biasa dari Allah SWT, bangsa Indonesia mampu melewati tahapan pemilu dan proses demokrasi bangsa yang luar biasa, harapannya, capaian dan prestasi ini harus kita rawat dan jaga bersama, semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi," kata Jabidi Ritonga, Senin (20/5/2019).

Adapun dinamika politik yang berkembang belakangan ini, menurutnya, dalam menerima hasil pemilu ada ketidakpuasan dari salah satu pasangan calon pilpres, dan berbuntut penolakan hasil pemilu.

"Tetaplah mengedepankan proses dan tahapan pemilu, silang sengketa harus kita kedepankan pada upaya hukum, tidak membawanya ke jalanan dan membangun satu opini yang dapat menimbulkan keresahan dan menurunkan nilai demokrasi dan hasil pemilu Indonesia," ucapnya.

Dia berharap, pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandiaga mampu memberikan satu situasi yang mencerminkan kedewasaan dalam politik, dan legowo menerima hasil, tidak lagi membuat masyarakat menjadi tidak simpati.

Sebab diakuinya, dua belah pihak adalah pemimpin teladan bagi anak bangsa dan masyarakat, jangan sampai menjadi citra diri yang tidak baik. Katanya, pemilu di Indonesia adalah pemilu yang sama sama dijalani, tentu banyak kekurangan dan kelemahan yang ada.

"Yang harus diperbaiki, dan semata mata tidaklah dalam situasi yang disengaja atau direncanakan, tersruktur dan masif, melainkan situasi Indonesia yang terus menata diri dalam menyelenggarakan pemilu secara langsung

Ini merupakan satu titik dimana semua pihak saling memperbaiki dan memperkuat yang ada, bukan ingin mendelegimitasi hasil pemilu," ungkapnya.

"Kami mengimbau masyarakat Indonesia, tetap mampu menahan diri, dari usaha dan upaya provokasi politik, hati hati dan perlu satu proteksi, memfilter segala bentuk isu dan kabar yang ada, jangan mudah tersulut dan terpancing, tidak ada hal yang paling utama lagi untuk bangsa ini, melainkan kedamaian, kerukunan ditengah masyarakat," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan Ritonga, tetaplah mengedepankan budaya santun, ramah, toleran di tengah kita, sebagai bangsa yang mengedepankan musyawarah dalam setiap menyelesaikan masalah.

"Bangsa Indonesia tidak boleh terpecah belah, hanya karena Pemilu, ada hal yang lebih penting lagi dari soal pemilu, yaitu persatuan untuk pembangunan Indonesia," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
5 Lumbung Suara Partai...
5 Lumbung Suara Partai Nasdem Pada Pemilu 2019, dari Sumatera hingga Papua
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Ini 7 Provinsi Lumbung...
Ini 7 Provinsi Lumbung Suara PDIP pada Pemilu 2019
Berita Terkini
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
HUT Ke-80 Bhayangkara,...
HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Kapolri
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved