Polri Diminta Lakukan Antisipasi Jelang Pengumuman Pemilu 2019

Senin, 13 Mei 2019 - 16:32 WIB
Polri Diminta Lakukan...
Polri Diminta Lakukan Antisipasi Jelang Pengumuman Pemilu 2019
A A A
JAKARTA - Untuk menjamin keamanan, Polri diminta tidak mengeluarkan izin pertandingan. Mengingat saat ini situasi dan kondisi keamanan di Tanah Air bak api dalam sekam menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019, pada 22 Mei mendatang.

Diketahui, rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) penyelenggaraan Liga 1 2019 sudah terbit. Menurut rencana, kick off atau pertandingan pembuka Liga 1 2019 akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (15/5/2019).

"Saat ini, kondisi keamanan kita dalam status Siaga I menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019. Sebab itu, Polri jangan serta-merta menerbitkan izin pertandingan Liga 1. Semua aspek harus dipertimbangkan dengan matang, terutama aspek keamanan," ungkap Deny Setyo Lestono (33), masyarakat pecinta sepak bola di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Dia justru mengusulkan agar kick off Liga 1 2019 diundur hingga dua pekan setelah pengumuman hasil Pemilu 2019, atau minggu kedua Juni 2019.

Selain alasan keamanan, lanjut Deny, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai pelaksana kompetisi melaksanakan kewajiban-kewajibannya, termasuk membayar utang ke klub-klub. "Lunasi dulu utang-utang LIB, baru kompetisi digelar," ujarnya.

Deny juga menyoroti surat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kepada PT LIB agar LIB menyelenggarakan Turnamen Liga 1 2019 dengan sebaik-baiknya. Surat bernomor 1530/UDN/296/V-2019 tertanggal 8 Mei 2019 ini hanya ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha, tanpa nama dan tanda tangan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Iwan Budianto.

"Apa prosedurnya memang seperti itu?," tandasnya.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengatakan, saat ini data rekapitulasi dari masing-masing provinsi sudah menunggu dan siap untuk dilakukan rekapitulasi tingkat nasional.

Namun sejumlah provinsi yang belum selesai terus mempercepat proses rekapitulasinya. Menurut Ilham, karena banyak data dari Provinsi yang sudah sampai ke KPU RI, maka pihaknya akan kembali menerapkan metode dua panel rekapitulasi mulai Selasa besok.

"Mau tidak mau, kalau kita mengingat waktu dan mengefiensi waktu tentu daja kita menginginkan panel. Dan kita sudah buat SK (surat keputusan) untuk panel tersebut," ujar Ilham di Kantor KPU, Jakarta, Senin (13/5/2019).
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved