Kiai Ma'ruf Ajak Semua Kembali Bersatu untuk Majukan Bangsa
Minggu, 28 April 2019 - 18:14 WIB
Kiai Ma'ruf Ajak Semua Kembali Bersatu untuk Majukan Bangsa
A
A
A
SURABAYA - Cawapres terpilih versi quick count, KH Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada warga Jawa Timur, khususnya warga Nahdliyin. Karena, warga Nahdliyin telah bersatu memenangkan paslon nomor urut 01 dalam Pilpres 2019.
Ya, perolehan suara di Jawa Timur memang salah satu penentu kemenangan paslon 01, yakni Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Di Jatim, duet sosok nasionalis-religius itu unggul jauh dari paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Saya bersyukur bisa hadir di sini. Saya utamanya berterima kasih kepada warga Jawa Timur. Karena kemenangan 01 di Indonesia, di antaranya ditentukan oleh kemenangan di Jawa Timur," ujar Kiai Ma'ruf saat bersilaturahmi dengan para ulama NU di kantor PWNU Jawa Timur, Minggu (28/4/2019).
Menurut Kiai Ma'ruf, kemenangan dirinya bersama Jokowi akan menjadi pembuktikan peran ulama dan warga NU dalam pemerintahan dalam membangun bangsa dan negara. "Saya menyebutnya hulunisasi peran ulama. Jadi peran ulama tak lagi hanya di hilir, tapi sejak di hilir ulama berperan," katanya.
"Ini merupakan penghargaan sekaligus ujian. Bisa nggak, berhasil tidak, kalau diajak. Ternyata bisa membuktikan, ketika NU diajak bisa membawa kemenangan. walaupun, NU itu, diajak tidak diajak selalu menyumbangkan perannya. Karena bagi NU NKRI wajib dijaga bersama," sambungnya.
Kiai Ma'ruf berharap tanda-tanda kemenangan ini aman hingga pengumuman nanti. Ketua Umum MUI ini juga berharap seluruh elemen masyarakat khususnya warga NU mengawal proses hingga ada penetapan.
"Dan kalau sudah ada penetapan, semua pihak bisa menerima hasilnya. Kan awalnya sudah berjanji siap menang dan siap kalah. Mudah-mudahan lancar dan aman," tuturnya.
Begitu juga ketika menjalankan tugasnya. Mudah-mudahan bisa memberi peran terbaik. Kembali merajut persatuan, membangun bangsa ini. Mensejahterakan bangsa ini. "Kita mudah-mudahan bisa mengubah negara ini dari midle country menjadi higher country," tandasnya.
"Kita melihat politik identitas mulai mengeras. Kelompok radikal sekarang ini tak hanya berdakwah di masjid tapi juga menggunakan jalur politik untuk memperjuangkan aspirasinya. Jadi tantangan kita semakin berat. Saya berharap, kalau sekarang saya jadi Wakil Presiden, ke depan mudah-mudahan ada kader NU yang jadi Presiden. Mudah-mudahan dari Jawa timur," pungkasnya.
Ya, perolehan suara di Jawa Timur memang salah satu penentu kemenangan paslon 01, yakni Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Di Jatim, duet sosok nasionalis-religius itu unggul jauh dari paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Saya bersyukur bisa hadir di sini. Saya utamanya berterima kasih kepada warga Jawa Timur. Karena kemenangan 01 di Indonesia, di antaranya ditentukan oleh kemenangan di Jawa Timur," ujar Kiai Ma'ruf saat bersilaturahmi dengan para ulama NU di kantor PWNU Jawa Timur, Minggu (28/4/2019).
Menurut Kiai Ma'ruf, kemenangan dirinya bersama Jokowi akan menjadi pembuktikan peran ulama dan warga NU dalam pemerintahan dalam membangun bangsa dan negara. "Saya menyebutnya hulunisasi peran ulama. Jadi peran ulama tak lagi hanya di hilir, tapi sejak di hilir ulama berperan," katanya.
"Ini merupakan penghargaan sekaligus ujian. Bisa nggak, berhasil tidak, kalau diajak. Ternyata bisa membuktikan, ketika NU diajak bisa membawa kemenangan. walaupun, NU itu, diajak tidak diajak selalu menyumbangkan perannya. Karena bagi NU NKRI wajib dijaga bersama," sambungnya.
Kiai Ma'ruf berharap tanda-tanda kemenangan ini aman hingga pengumuman nanti. Ketua Umum MUI ini juga berharap seluruh elemen masyarakat khususnya warga NU mengawal proses hingga ada penetapan.
"Dan kalau sudah ada penetapan, semua pihak bisa menerima hasilnya. Kan awalnya sudah berjanji siap menang dan siap kalah. Mudah-mudahan lancar dan aman," tuturnya.
Begitu juga ketika menjalankan tugasnya. Mudah-mudahan bisa memberi peran terbaik. Kembali merajut persatuan, membangun bangsa ini. Mensejahterakan bangsa ini. "Kita mudah-mudahan bisa mengubah negara ini dari midle country menjadi higher country," tandasnya.
"Kita melihat politik identitas mulai mengeras. Kelompok radikal sekarang ini tak hanya berdakwah di masjid tapi juga menggunakan jalur politik untuk memperjuangkan aspirasinya. Jadi tantangan kita semakin berat. Saya berharap, kalau sekarang saya jadi Wakil Presiden, ke depan mudah-mudahan ada kader NU yang jadi Presiden. Mudah-mudahan dari Jawa timur," pungkasnya.
(kri)