Usai Pemilu, Masyarakat Diajak Kembali Rajut Persatuan

Rabu, 24 April 2019 - 13:30 WIB
Usai Pemilu, Masyarakat...
Usai Pemilu, Masyarakat Diajak Kembali Rajut Persatuan
A A A
JAKARTA - Aliansi Masyarakat Sipil untuk Kemanusiaan mengajak seluruh elemen masyarakat kembali merajut persatuan bangsa pasca perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Hal ini diungkapkan menyusul banyaknya persoalan bangsa yang harus diselesaikan secara bersama-sama, seusai kontestasi pemilu yang digelar pada 17 April 2019.

“Masih banyak agenda besar pembangunan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Mulai dari memberantas korupsi, membangun warga yang tertib hukum dan beretika, reformasi lanjutan dalam pelayanan publik dan penegakan hukum,” ungkap perwakilan Aliansi Masyarakat Sipil untuk Kemanusiaan, Erry Riyana Hardjapamekas di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Erry juga mengajak seluruh anggota masyarakat bersikap rasional dalam memaknai paham berbangsa dan bernegara pada konteks demokrasi yang beradab. Satu di antaranya dengan menyelesaikan secara hukum jika terdapat indikasi manipulasi data dan korupsi politik saat pelaksanaan Pemilu 2019.

“Kita selesaikan secara hukum bila ada manipulasi data dan korupsi politik dalam bentuk apa pun, oleh sia papun dan pihak mana pun. Kita dukung kawal dan awasi kerja besar KPU. Laporkan setiap dugaan penyimpangan kepada Bawaslu, DKPP dan Aparat Penegak Hukum,” tuturnya.

Di sisi lain, dengan pehitungan hasil Pemilu (real count) yang tengah dilakukan, beragam kritik dan upaya delegitimasi diarahkan kepada jajaran KPU dari pihak-pihak yang merasa tidak puas.

Ironinya, kata dia di tengah upaya delegitimasi tersebut terdapat sedikitnya 119 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada saat pelaksanaan dan proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019.

Berangkat dari fakta tersebut, Erry mengimbau seluruh anggota masyarakat memberi dukungan dan kepercayaan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dapat bekerja secara optimal, objektif serta transparan dalam perhitungan suara Pemilihan Presiden 2019.

“Mari kita doakan para patriot pahlawan demokrasi kita yang gugur dalam menjalankan tugas mulia. Semoga arwah merea mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” tutur Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2003-2007 ini.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved