Peringati 2 Tahun Teror Novel Baswedan, WP KPK Siapkan Panggung Rakyat

Jum'at, 05 April 2019 - 18:10 WIB
Peringati 2 Tahun Teror...
Peringati 2 Tahun Teror Novel Baswedan, WP KPK Siapkan Panggung Rakyat
A A A
JAKARTA - Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiapkan panggung rakyat guna memperingati dua tahun kejadian teror penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan.

"Minggu depan atau tepatnya tanggal 11 April 2019, KPK akan memperingati teror penyiraman air keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan yang menyebabkan matanya hampir buta namun pelakunya belum tertangkap. Untuk itulah WP KPK mengadakan acara Panggung Rakyat Antikorupsi," ujar Ketua WP KPK Yudi Purnomo kepada KORAN SINDO, Jumat (5/4/2019).

Novel Baswedan diteror dan diserang dengan penyiraman air keras ke wajahnya oleh dua orang pada Selasa 11 April 2017. Peristiwa ini terjadi sesaat setelah Novel keluar masjid usai menunaikan salat Subuh.

Yudi melanjutkan, Panggung Rakyat Antikorupsi berisi sejumlah kegiatan antara lain deklarasi antiteror terhadap KPK, sarasehan budaya oleh Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), dan konser musik antikorupsi. Untuk acara ini, WP KPK menyebarkan 1.000 undangan kepada tokoh nasional, organisasi-organisasi yang pro pemberantasan korupsi, hingga kepada para mantan pimpinan sejak periode awal KPK dibentuk yakni 2003.

Undangan tersebut juga disebarkan ke mantan pegawai KPK yang saat ini bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kepolisian, kejaksaan, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lainnya.

"Ini untuk mendeklarasikan Stop Teror kepada pegawai dan pimpinan KPK sekaligus meminta agar kasus-kasus teror kepada pimpinan dan pegawai KPK harus diungkap dengan meminta dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen yang langsung di bawah presiden," tegasnya.

Yudi yang juga bertugas sebagai penyidik KPK ini membeberkan teror terhadap para pegawai hingga pimpinan KPK sangat jelas merupakan upaya pelemahan KPK di tengah gencarnya KPK menangkap koruptor sesuai harapan rakyat Indonesia. Karenanya peringatan 2 tahun teror dan penyerangan terhadap Novel Baswedan merupakan sebuah momentum penting.

"Sehingga peringatan ini sekaligus momentum bahwa persoalan kejahatan kemanusiaan kepada penegak hukum harus dituntaskan sekaligus simbol bahwa rakyat Indonesia bersatu melawan korupsi," ucapnya.
(kri)
Berita Terkait
Novel Baswedan: Hari...
Novel Baswedan: Hari Ini, 5 Tahun Lalu Saya Diserang Air Keras
Penyiram Air Keras Novel...
Penyiram Air Keras Novel Baswedan, Rahmat Kadir Divonis 2 Tahun Penjara
Dua Polisi Penyiram...
Dua Polisi Penyiram Air Keras Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara
Mantan Penyidik KPK,...
Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan Terima Tawaran Jadi ASN Polri
ICW: Singkirkan Novel...
ICW: Singkirkan Novel Baswedan Cs, Menghambat Penanganan Kasus  
Profil Hakim Djuyamto...
Profil Hakim Djuyamto yang Vonis 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Novel Baswedan
Berita Terkini
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Infografis
Capaian Anies Baswedan...
Capaian Anies Baswedan Mengubah DKI Jakarta dalam Lima Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved