Polisi Diminta Responsif Sikapi Kasus Peretasan Medsos dan WhatsApp

Jum'at, 05 April 2019 - 14:53 WIB
Polisi Diminta Responsif...
Polisi Diminta Responsif Sikapi Kasus Peretasan Medsos dan WhatsApp
A A A
JAKARTA - Sikap kepolisian yang tidak merespons kasus peretasan akun media sosial (Medsos) dan WhatsApp sejumlah tokoh belakangan ini dipertanyakan. Sebab, pembajakan akun medsos dan WhatsApp bukan delik aduan.

"Polisi tidak merespons ini suatu pertanyaan besar," ujar Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar kepada SINDOnews, Jumat (5/4/2019).

(Baca juga: Pembajak Medsos dan WhatsApp Bisa Dijerat Pasal Berlapis)


Menurut dia, kepolisian harus netral dalam pemilu. Sehingga, kepolisian disarankan bekerja berdasarkan tugas dan fungsinya sebagai penegak hukum.

"Mestinya kepolisian responsif tanpa melihat dan mempertimbangkan apakah akun itu berhubungan atau tidak dengan pemilihan umum atau apakah pelapor itu termasuk pendukung paslon capres 01 atau 02," katanya.

Dia menilai peretasan akun medsos dan WhatsApp merupakan tindak pidana siber yang melanggar Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Diketahui, pembajakan itu dialami sejumlah tokoh. Salah satunya Ustaz Haikal Hassan Baras beberapa waktu lalu, akun Twitter miliknya @haikal_hassan, sekira pukul 21.42 WIB, Minggu 24 Maret 2019 di-hack.

Melalui akun Twitter Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, @Dahnilanzar, Ustaz Haikal mengungkapkan Twitternya telah di-hack.

Kemudian, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari mengaku bahwa nomor WA-nya dihack oleh orang tak dikenal. Lalu, akun media sosial (Medsos) Twitter milik Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean diretas. Dalam akun @Ferdinand_Haean bermunculan twit kata-kata kasar, bahkan menampilkan gambar cabul.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Berita Terkini
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved