Soal Pembajakan Twitter, TKN Minta Ferdinand Hutahaean Tak Main Tuduh

Kamis, 04 April 2019 - 19:20 WIB
Soal Pembajakan Twitter,...
Soal Pembajakan Twitter, TKN Minta Ferdinand Hutahaean Tak Main Tuduh
A A A
JAKARTA - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Inas N Zubir menyayangkan pernyataan dari Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang meminta pendukung Jokowi agar menertibkan pendukungnya terkait viralnya foto dan video dirinya di media sosial.

"Oleh karena itu Ferdinand jangan berkilah menyalahkan tim sukses Jokowi," ujar Inas dalam rilisnya kepada SINDOnews, Kamis (4/4/2019).

Akun Twitter Ferdinand Hutahaean diduga dibajak oleh orang tak dikenal. Dengan adanya hal tersebut, Ferdinand telah melaporkan hal tersebut ke Bareskrim Polri.

Bahkan, akun Twitter tersebut sempat memosting foto setengah bugil dari Ferdinand ketika berada di bak mandi. Menurut Inas, hal itu justru menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

"Viralnya foto-foto setengah bugil Ferdinand Hutahean, menimbulkan tanda tanya dari masyarakat," tutur Inas.

Karena itu, Inas meminta Ferdinand untuk tidak berandai-andai menyalahkan salah satu kubu terkait pembajakan tersebut. Dia berharap, Ferdinand menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Sebelumnya, Ferdinand memastikan akunnya Twitternya telah diretas orang tak bertanggung jawab. Bahkan, dalam laporan kepolisian, selain peretasan akun, pihaknya juga melaporkan mengenai foto-foto vulgar.

"Betul bahwa akun Twitter saya diretas, dihide akses secara ilegal. Orang yang tidak kita ketahui dan sudah saya laporkan ke pihak kepolisian," ujar Ferdinand.

Di Bareskrim Polri, pihaknya melaporkan dua hal, soal peretasan akun Twitter dan email, serta beredarnya foto editan menjadi foto mesum. "Sudah saya laporkan atas pelanggaran UU ITE dan pornografi. Kita tunggu kepolisian untuk kemudian menindaklanjutinya," tuturnya.

Ferdinand juga meminta Jokowi turun tangan untuk memerintahkan pendukungnya tak berbuat demikian. "Ini terkait dengan politik dan ini terkait dengan aktivitas saya, aktivitas kami yang menjadi korban di dalam politik. Mohon maaf saya harus menyatakan dan meminta supaya Pak Jokowi memerintahkan pendukungnya supaya tidak melakukan hal-hal seperti ini. Saya melihat bahwa ini tidak terlepas dari politik," kata Ferdinand.
(kri)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved