Habib Rizieq Sebut Kemlu Kampanye 01, Bawaslu: Belum Dapat Bukti
Rabu, 03 April 2019 - 14:03 WIB
Habib Rizieq Sebut Kemlu Kampanye 01, Bawaslu: Belum Dapat Bukti
A
A
A
JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menyebut pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berkunjung ke Arab Saudi untuk mengkampanyekan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin melalui video-video yang menyebar.
Menanggapi tudingan Habib Rizieq ini, Anggota Bawaslu, Mochamad Afiffudin mengaku lembaganya sudah mendapatkan klarifikasi dari pihak Kementerian Luar Negeri.
Menurutnya, Retno ke Jeddah bukan Riyadh untuk melakukan tugas-tugasnya sebagai perwakilan pemerintah seperti keterangan yang disampaikan pihak Kemenlu.
"Kami tidak dapatkan bukti video dan lain-lain sehingga informasi ini kemudian kami mintakan secara keterangan kemlu dan sudah dibantah dalam keterangan resmi dari rilis yang sudah disampaikan KBRI (kedutaan besar RI)," jelas Afiffudin, Rabu (3/4/2019).
Kendati begitu, kata pria yang akrab disapa Afif ini, pihaknya siap menerima dan mendalami masalah tersebut jika dilaporkan bukti-bukti yang valid. Menurutnya, sejauh ini lembaganya belum mendapatkan bukti-bukti sebagaimana disampaikan Habib Rizieq.
"Belum kami lihat (bukti) sama sekali. Laporan saya belum terima jajaran pengawas luar negeri saya cek juga beluknbisa mendapatkan informasi lebih dari itu," pungkasnya.
Menanggapi tudingan Habib Rizieq ini, Anggota Bawaslu, Mochamad Afiffudin mengaku lembaganya sudah mendapatkan klarifikasi dari pihak Kementerian Luar Negeri.
Menurutnya, Retno ke Jeddah bukan Riyadh untuk melakukan tugas-tugasnya sebagai perwakilan pemerintah seperti keterangan yang disampaikan pihak Kemenlu.
"Kami tidak dapatkan bukti video dan lain-lain sehingga informasi ini kemudian kami mintakan secara keterangan kemlu dan sudah dibantah dalam keterangan resmi dari rilis yang sudah disampaikan KBRI (kedutaan besar RI)," jelas Afiffudin, Rabu (3/4/2019).
Kendati begitu, kata pria yang akrab disapa Afif ini, pihaknya siap menerima dan mendalami masalah tersebut jika dilaporkan bukti-bukti yang valid. Menurutnya, sejauh ini lembaganya belum mendapatkan bukti-bukti sebagaimana disampaikan Habib Rizieq.
"Belum kami lihat (bukti) sama sekali. Laporan saya belum terima jajaran pengawas luar negeri saya cek juga beluknbisa mendapatkan informasi lebih dari itu," pungkasnya.
(maf)