AHY Sebut Bagi-bagi Kursi Menteri Lukai Hati Rakyat

Selasa, 02 April 2019 - 04:51 WIB
AHY Sebut Bagi-bagi...
AHY Sebut Bagi-bagi Kursi Menteri Lukai Hati Rakyat
A A A
SEMARANG - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) angkat bicara tentang pernyataan bagi-bagi kursi menteri dari koalisi Prabowo-Sandiaga Uno . Dia menilai pembagian jatah menteri untuk saat ini belum penting dan hanya melukai hati rakyat.

“Kalau kita berbicara tentang jabatan menteri, berapa posisinya, di pos-pos apa saja, maka ini khawatirnya justru akan melukai perasaan rakyat,” kata AHY di Kota Semarang, Senin (1/4/2019).

Menurut AHY, dalam pemilu kali ini rakyat berharap sekali ada sebuah semangat perubahan yang terlepas dari seolah-olah hanya merupakan bagi-bagi kekuasaan yang dilakukan oleh parpol-parpol.

AHY dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan disebut-sebut berpotensi menjadi menteri jika Prabowo terpilih menjadi Presiden 2019. Bahkan, adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, menilai AHY pantas menjabat Menteri Pertahanan.

“Saya menghargai bahwa Partai Demokrat sampai dengan hari ini juga terus menjadi bagian dari koalisi Prabowo-Sandi yang ingin sekali lagi menghadirkan program-program yang pro-rakyat dan kami ingin fokus dulu di sana,” terangnya. (Yakin Menang, Prabowo Bocorkan Nama Calon Menteri Kabinetnya)

“Lagi-lagi kami bukannya tidak melihat itu (pembagian kursi menteri) sebagai sesuatu yang penting, tetapi hari ini urgensinya belum di sana,” lanjut dia.

AHY menilai, yang harus diperjuangkan terlebih dahulu adalah mengatasi segala permasalahan rakyat di seluruh Tanah Air. Partai Demokrat berharap ada peningkatan kualitas hidup rakyat, mengurangi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan.

“Itulah ikhtiar dan perjuangan politik sampai dengan 17 April nanti. Kami ingin lebih memahami apa yang diharapkan rakyat,” tukasnya.

Setelah 17 April, kata AHY, barulah boleh berbicara bagaimana kemudian pemerintahan nasional mendatang ini bisa lebih adaptif dan efektif dalam menjalankan birokrasi, roda pemerintahan yang semakin terbuka, yang transparan, dan akuntabel.
(thm)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Resmi, Partai Demokrat...
Resmi, Partai Demokrat Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Partai Demokrat Resmi...
Partai Demokrat Resmi Dukung Prabowo sebagai Capres 2024
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Partai Demokrat Resmi...
Partai Demokrat Resmi Dukung Prabowo Capres 2024
Berita Terkini
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Emas Batangan hingga Uang saat Geledah Rumah di Sentul
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Terungkap, Polisi Amankan...
Terungkap, Polisi Amankan 15 Saksi saat Geledah 12 Lokasi
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Pemprov Jabar Selangkah Lagi Amankan Aset SMAN 1 Bandung
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved