Bawaslu Ingatkan Operator Medsos Stop Kampanye pada Masa Tenang

Senin, 01 April 2019 - 19:52 WIB
Bawaslu Ingatkan Operator...
Bawaslu Ingatkan Operator Medsos Stop Kampanye pada Masa Tenang
A A A
BANDUNG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan peringatan keras kepada seluruh operator media sosial (medsos) untuk menghentikan penayangan iklan kampanye peserta Pemilu 2019 pada masa tenang terhitung mulai 14 April 2019.

Peringatan keras tersebut disampaikan Bawaslu mengingat banyak platform medsos yang dimanfaatkan untuk menggaet suara kaum milenial oleh peserta Pemilu 2019, mulai calon anggota legislatif (caleg) hingga calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres).

"Jadi segala sesuatu yang berkaitan dengan itu (iklan kampanye di medsos) akan di-stop. Kita minta di-stop pada tanggal masa tenang dalam rangka untuk agar tidak ada upaya terselubung peserta pemilu di masa tenang tersebut," tegas Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar seusai Sosialisasi Produk Hukum Pengawasan Pemilu Tahun 2019 di Prime Park Hotel, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Senin (1/4/2019).

(Baca juga: Amien Rais Ancam People Power, PAN: Itu Peringatan Keras)


Bawaslu akan segera mengirimkan surat peringatan kepada seluruh operator medsos untuk menghentikan penayangan iklan kampanye tersebut. Bawaslu berharap, medsos tidak digunakan sebagai alat kampanye terselubung sehingga kaum milenial yang cenderung belum menentukan sikap (swing votters) bisa menentukan pilihannya di masa tenang tanpa diintervensi pihak manapun.

"Bawaslu akan mengirim surat kepada semua platform media sosial, baik itu Facebook, Youtube, atau Instagram, agar tidak ada politic adds," tegas Fritz lagi.

Menurut Fritz, seluruh peserta Pemilu 2019 harus benar-benar memanfaatkan masa tenang kampanye Pemilu 2019 untuk beristirahat setelah bekerja keras menarik simpati calon pemilihnya selama masa kampanye, termasuk menghentikan aktivitas kampanyenya di medsos.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak termakan isu ajakan tidak mencoblos (golput) yang belakangan ramai disebarkan melalui medsos. "Suara teman-teman itu sangat penting dalam menentukan arah ke mana bangsa kita akan berjalan. Penting bagi kita untuk berpartisipasi untuk memilih siapa yang menjadi pemimpin," katanya.

"Jangan lupa, pemilu itu bukan datang untuk mencoblos saja, tapi ada pendidikan politik. Teman-teman ikut bertanggung jawab dalam proses ini. Saya rasa, itu tanggung jawab yang harus kita pikul sebagai warga negara," tandasnya.

(Baca juga: Amien Rais Serukan People Power, Ini Reaksi Bawaslu)


Diketahui, berbagai platform medsos, seperti Facebook, Instagram, hingga Youtube banyak dimanfaatkan peserta Pemilu 2019 untuk berkampanye. Melalui medsos, mereka berharap mendapat ceruk besar suara pemilih pemula yang cenderung hingga batas terakhir masa kampanye masih belum menentukan sikapnya.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Kontroversi RUU Pemilu,...
Kontroversi RUU Pemilu, PT 20% Ulang Polarisasi Tajam di Pilpres 2019
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Berita Terkini
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved