Debat Capres, Prabowo Dianggap Tak Mengerti Konsep Teknologi
Minggu, 31 Maret 2019 - 10:42 WIB
Debat Capres, Prabowo Dianggap Tak Mengerti Konsep Teknologi
A
A
A
JAKARTA - Debat calon presiden (capres) keempat telah selesai digelar semalam. Dalam debat itu, Capres 02 Prabowo Subianto dianggap tidak mengerti konsep teknologi.
"Dalam debat kali ini, kita lihat kontras antara masa depan dan masa lalu. Capres 02 terlihat tidak mengerti konsep teknologi informasi," kata Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Diaz Hendropriyono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/3/2019).
Menurut dia, dari debat sebelumnya yang tidak mengerti mengenai isu unicorn, dan sekarang juga terlihat tidak memiliki jawaban dan konsep yang jelas dalam isu e-government dan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan industri IT yang akan menjadi kunci penting bangsa Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0.
"Hal ini kontras dengan konsep yang ditawarkan oleh Presiden Jokowi yang mengedepankan teknologi dalam meningkatkan pelayanan publik maupun masa depan ekonomi Indonesia," kata Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini.
Dia menilai, Prabowo terlihat tidak kuat menghadapi kritikan. Sedangkan Jokowi, kata dia, sudah terbiasa dikritik.
"Keluhan Prabowo akan tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu sangatlah kecil dibandingkan dengan fitnah dan tuduhan yang telah 4 tahun lebih dialamatkan kepada Presiden Jokowi. Seorang pemimpin harus kuat, dan tidak menjadi emosional menghadapi kritikan, karena hal tersebut menunjukkan kematangan seseorang," katanya.
"Dalam debat kali ini, kita lihat kontras antara masa depan dan masa lalu. Capres 02 terlihat tidak mengerti konsep teknologi informasi," kata Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Diaz Hendropriyono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/3/2019).
Menurut dia, dari debat sebelumnya yang tidak mengerti mengenai isu unicorn, dan sekarang juga terlihat tidak memiliki jawaban dan konsep yang jelas dalam isu e-government dan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan industri IT yang akan menjadi kunci penting bangsa Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0.
"Hal ini kontras dengan konsep yang ditawarkan oleh Presiden Jokowi yang mengedepankan teknologi dalam meningkatkan pelayanan publik maupun masa depan ekonomi Indonesia," kata Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini.
Dia menilai, Prabowo terlihat tidak kuat menghadapi kritikan. Sedangkan Jokowi, kata dia, sudah terbiasa dikritik.
"Keluhan Prabowo akan tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu sangatlah kecil dibandingkan dengan fitnah dan tuduhan yang telah 4 tahun lebih dialamatkan kepada Presiden Jokowi. Seorang pemimpin harus kuat, dan tidak menjadi emosional menghadapi kritikan, karena hal tersebut menunjukkan kematangan seseorang," katanya.
(mhd)