Penjelasan Humphrey Djemat Terkait Dukungan PPP Pasca-OTT Rommy

Sabtu, 23 Maret 2019 - 21:51 WIB
Penjelasan Humphrey...
Penjelasan Humphrey Djemat Terkait Dukungan PPP Pasca-OTT Rommy
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat membantah kabar, bahwa Djan Faridz memberi dukungan dengan bergabung ke PPP yang saat ini diketuai Suharso Manoarfa, usai operasi tangkap tangan (OTT) Romahurmuziy (Rommy) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tidak benar kabar soal dukungan DF (Djan Faridz). Itu menyesatkan. Saya sudah ketemu langsung dengan Pak Djan Faridz. Berita bergabungnya beliau ke Suharso sama sekali tidak benar," ujar Humphrey di Jakarta, Sabtu (23/3).

Menurutnya, beberapa waktu lalu Suharso Monoarfa memang menemui Djan. Dalam kesempatan tersebut, Suharso meminta kesediaan Djan bergabung dengannya di PPP. Namun, Djan secara halus menolaknya.

"Djan saat ini lebih fokus mengurusi bisnisnya. Djan tidak mau lagi terjun ke dunia politik. Namun Djan menawarkan kalau mau islah dengan PPP Muktamar Jakarta, dia bersedia memperkenalkan Suharso dengan saya selaku ketum PPP Muktamar Jakarta," terang Humphrey.

Saat ditawari oleh Djan soal islah itu, Suharso tidak memberikan tanggapan apapun. Oleh karena itulah, Humphrey menilai tawaran islah dan penyatuan PPP oleh Suharso di media hanya sebatas basa-basi politik untuk menaikan citra dirinya di publik sebagai orang yang perduli terhadap kondisi PPP saat ini.

"Padahal semua orang sudah tau bahwa selama ini Suharso lah yang bergerak di belakang layar. Romahurmuzy hanyalah pionernya saja. Ini sudah menjadi pengetahuan banyak orang. Jadi bagaimana bisa seorang mengubah keadaan padahal dialah dalang utama keadaan tersebut terjadi," ungkap Humphrey.

Jadi jelas Humphrey, bagaimana Suharso bisa memperbaiki keadaan PPP kalau dia adalah dalang utama kekisruan partai. Malah, Humphrey berpandangan cara Suharso tersebut tidak lain bertujuan untuk memecah belah PPP Muktamar Jakarta dipimpinannya yang saat ini sangat solid didukung kader, akar rumput juga para ulama.

"Tujuan Suharso ini bukanlah ingin menyatukan PPP malah memecah belah lagi," tandas Humphrey.
(maf)
Berita Terkait
Mahkamah PPP Batalkan...
Mahkamah PPP Batalkan Muswilub, DPP Minta Semua Pihak Mematuhi
Suharso Monoarfa Tegaskan...
Suharso Monoarfa Tegaskan Masih Ketua Umum PPP
Tak Cuma Butuh Fulus...
Tak Cuma Butuh Fulus agar Jalan PPP Kembali ke Senayan Bisa Mulus
Mantan Mendag Era Jokowi...
Mantan Mendag Era Jokowi Dideklarasikan Jadi Caketum PPP
DPW dan 8 DPC PPP se-Banten...
DPW dan 8 DPC PPP se-Banten Deklarasi Dukung Agus Suparmanto
Mekanisme Pemilihan...
Mekanisme Pemilihan Ketua Umum PPP di Muktamar X
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved