Sebulan Jelang Pilpres, Jarak Elektabilitas Jokowi-Prabowo Masih Tebal

Jum'at, 22 Maret 2019 - 14:36 WIB
Sebulan Jelang Pilpres,...
Sebulan Jelang Pilpres, Jarak Elektabilitas Jokowi-Prabowo Masih Tebal
A A A
JAKARTA - Kurang sebulan menjelang pemilihan presiden, elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno dinilai belum menunjukkan tanda-tanda menggembirakan.

Apalagi elektablitas pasangan nomor urut 02 itu masih tertinggal cukup jauh dari pasangan 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, hasil survei lembaganya menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandi masih belum beranjak dari kisaran 30%.

Sekalipun debat capres dan cawapres sudah berlangsung tiga kali, namun kubu penantang belum juga mampu mempertipis jarak ketinggalannya.

Di sisi lain, suara Jokowi masih berada di atas 50%. "Kisaran suara jokowi 51,8 persen sampai 55,4 persen. Sementara dari sisi Prabowo, 32 sampai 37,3 persen. Jadi ruangnya (ekeltabilitasnya-red) masih di situ," kata Hasanudin, Jumat (22/3/2019).

Tebalnya jarak keunggulan Jokowi-Ma'ruf atas Prabowo-Sandi dinilai sejalan dengan hasil survei hampir seluruh lembaga. Alhasil kampanye terbuka yang akan dibuka mulai Minggu 24 Maret 2019 membuka peluang bagi Jokowi untuk terus memperlebar jarak keunggulannya atas Prabowo.

Hasanudin menilai kampanye terbuka akan memiliki dua fungsi penting. Pertama, semakin menyolidkan pemilih yang sudah menentukan pilihan.

"Kedua adalah mengukur militansi pemilih. Militansi bisa diukur dengan seberapa militannya pendukung untuk hadir ke kampanye. Sebab bagaimanapun juga pemilu itu adalah kesukarelaan untuk memilih. Militansi pemilih akan terlihat dari kehadiran mereka nanti ke TPS," kata Hasanudin.

Kampanye terbuka juga menjadi kesempatan kedua pasangan untuk meyakinkan pemilih yang belum menentukan suaranya. Karena itu, dalam kampanye terbuka pasangan calon diimbau untuk tak sekadar kampanye simbol tapi juga program.

Kampanye program merupakan hal yang selalu dilakukan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Ini seperti kampanye sosialisasi program pra-kerja, sembako murah, serta beasiswa di jenjang perguruan tingggi.

Sebelumnya, Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasbullah Thabrany mengkritik gaya kampanye Sandiaga Uno yang lebih mengangkat kasus individu warga.

Menurut Hasbullah, masalah satu orang belum bisa dikatakan mewakili masalah Indonesia secara umum.
(dam)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Upacara 17 Agustus:...
Upacara 17 Agustus: Jokowi-Prabowo di IKN, Ma'ruf-Gibran di Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved