Dialog Nasional di Samarinda, Ma'ruf Amin Paparkan Islam Wasathiyah

Jum'at, 22 Maret 2019 - 05:07 WIB
Dialog Nasional di Samarinda,...
Dialog Nasional di Samarinda, Ma'ruf Amin Paparkan Islam Wasathiyah
A A A
SAMARINDA - Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa Islam Washatiyah sebenarnya Islam moderat yang banyak dianut mayoritas Islam di Indonesia. Pemahaman Islam yang seperti menyangkut cara berpikir dan cara bergerak.

"Dalam berpikir wasathiyah itu sifatnya moderat atau disebut tawassuthiyah. Moderat dalam arti tidak tekstual dan tidak liberal," ujar Ma'ruf saat menjadi Keynote Speech Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (21/3/2019) malam.

(Baca juga: Ma’ruf Amin Kenalkan Program 3A, Salah Satunya untuk Atasi Pengangguran)


Kiai Ma'ruf menuturkan, setiap peristiwa-peristiwa dan kejadian dalam kehidupan sehari-hari tak lepas dari usaha untuk memperbaiki secara sungguh-sungguh baik yang menyangkut kehidupan politik, ekonomi, sosial-budaya maupun perkembangan teknologi. Karenanya dibutuhkan ijtihad.

Menurut Kiai Ma'ruf, berbagai persoalan kehidupan termasuk cara penyelesaiannya telah ditulis dalam kitab-kitab terdahulu, namun ada juga yang belum ditulis dalam kitab. Dengan demikian, masalah-masalah tersebut perlu direspons kalangan para ulama dan kaum cerdik cendikia.

"Karena itu, MUI punya Komisi Fatwa, NU punya Bahtsul Masail dan Muhammadiyah juga punya Majelis Tarjih untuk menyikapi masalah-masalah yang baru," katanya.

Selanjutnya, kata Ketua Umum MUI itu, dalam upaya menempatkan Islam Washatiyah yang dianut di Indonesia maka pendekatannya bukan dengan metode tekstual maupun liberal yang menyebabkan penafsiran berlebihan. Namun pendekatan yang harus dilakukan dengan cara dinamis.

"Karena itu cara berpikir yang moderat itu tawassuthiyah, dinamis tetapi bermanhaj atau ada metodenya. Walaupun begitu para ulama membolehkan ijtihad tapi harus yang ahli ijtihad. Tapi sekarang tidak ada yang ahki ijtihad yang bisa memenuhi secara mutlak, sehingga ijtihanya bersama-sama," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved