Tim Jokowi Anggap Rocky Gerung Tak Memahami Soal Kartu Prakerja

Jum'at, 15 Maret 2019 - 16:01 WIB
Tim Jokowi Anggap Rocky...
Tim Jokowi Anggap Rocky Gerung Tak Memahami Soal Kartu Prakerja
A A A
JAKARTA - Rocky Gerung melontarkan kritik pedas atas rencana program Capres Joko Widodo (Jokowi), yakni kartu pra-kerja. Dia mengatakan kartu pra-kerja tidak jelas alias absurd.

"Kartu pra-kerja, yang kelihatannya agak absurd karena kalau diiyakan, berapa ratus juta yang akan dibiayai negara? Ratusan juta penganggur akan dibiayai oleh negara, uangnya dari mana? Nyuri dari mana? Seluruh tuyul di Jawa Tengah dikumpulin ogah untuk nyuri, karena terlalu banyak yang mesti dicuri," kata Rocky, dalam acara forum 'Pikiran, Akal, dan Nalar' di Hotel Grand Arkenso, Semarang.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Tim Kampenye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Inas N Zubir menganggap, Rocky Gerung tak memahami konsep kartu pra-kerja dan asal bicara saat melakukan kritik.

"Darimana Rocky dapatkan angka pengangguran ratusan juta orang? Padahal forum di mana dia bicara bertajuk bertajuk Pikiran, Akal dan Nalar, seharusnya Rocky berpikir dulu sebelum bicara data, karena data BPS menyebutkan bahwa pada tahun 2018 jumlah pengangguran adalah 5,13 persen atau 6,87 juta orang dari jumlah angkatan kerja ditahun yang sama yakni 133,94 juta orang," ucap Inas dalam keterangannya, Jumat (15/3/2019).

"Sayangnya Rocky tidak menggunakan akal ketika bicara tentang ratusan juta pengangguran, karena jumlah angkatan kerja di Indonesia saja 133,94 juta orang! Darimana Rocky tahu bahwa ratusan juta yang menganggur? Jangan karena sudah kehilangan akal, maka nalar-pun terjerembab kedalam dunia tahayul dimana kemudian tuyul-pun jadi korban Rocky Gerung," sambung dia.

Dia menjelaskan, mengenai rencana kartu pra-kerja yang akan menjadi program Jokowi. Menurut politikus Hanura itu, Jokowi mengeluarkan Kartu Pra-kerja untuk mendukung anak-anak Indonesia agar memiliki peluang masuk ke dunia industri dan dunia kerja.

Menurut dia, dengan memegang kartu ini, para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga akademi, yang ingin masuk ke dunia kerja akan dilatih lebih dahulu. Pelatihan itu bisa dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri.

"Akibat tidak berfungsinya Pikiran, Akal dan Nalar sehingga Rocky Gerung sulit memahami bahwa kartu pra-kerja diberikan kepada pengangguran yang mengikuti program pelatihan vokasi yang akan diselenggarakan oleh pemerintah untuk menambah dan mempertajam skill mereka sesuai kebutuhan industri-industri yang akan bekerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan vokasi tersebut," ucap dia.
(maf)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved