Diprotes, Penangkapan Dosen Sosiologi UNJ Robertus Robet

Kamis, 07 Maret 2019 - 11:25 WIB
Diprotes, Penangkapan...
Diprotes, Penangkapan Dosen Sosiologi UNJ Robertus Robet
A A A
JAKARTA - Polri menangkap Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet, di rumahnya, Kamis (7/3/2019) malam.

Robert ditangkap karena dianggap melanggar Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena dianggap memelesetkan lagu Mars ABRI. Saat ini status Robert sudah tersangka.

Sejumlah lembaga swadaya masyakarat (LSM) yang terdiri atas lain Tim Advokasi Kebebasan Berekspresi (Kontras, YLBHI, LBH Jakarta, Imparsial, Indonesian Legal Roundtable, Lokataru Kantor Hukum dan HAM, AJAR, Amnesty Internasional Indonesia memprotes penangkapan Robert.

"Penangkapan terhadap Robertus Robet tidak memiliki dasar dan mencederai negara hukum dan demokrasi," tulis pernyataan sikap koalisi LSM, Kamis (7/3/2019).

Mereka pun meminta agar Mabes Polri segera membebaskan Robert. "Oleh karenanya Robertus Robet harus segera dibebaskan demi hukum dan keadilan," katanya.

Robertus Robet, seorang dosen dan aktivis HAM dibawa ke Mabes Polri atas tuduhan UU ITE terkait orasi dalam aksi damai Kamisan, 28 Februari lalu.

Alasan penangkapan adalah pasal 45 ayat 2 junto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang ITE dan atau/ Pasal 14 ayat (2) jo Pasal 15 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Aksi Kamisan tersebut menyoroti rencana pemerintah untuk menempatkan TNI pada kementerian-kementerian sipil. Rencana ini dianggap bertentangan dengan fungsi TNI sebagai penjaga pertahanan negara sebagaimana diatur Pasal 30 ayat 3 UUD 1945 & amandemennya, UU TNI & TAP MPR VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan Peran Polri. Hal ini juga berlawanan dengan agenda reformasi TNI," tulis koalisi LSM.

"Robet tidak sedikitpun menghina institusi TNI. Dalam refleksinya Robet justru mengatakan mencintai TNI dalam artian mendorong TNI yang profesional. Baginya, menempatkan TNI di kementerian sipil artinya menempatkan TNI di luar fungsi pertahanan yang akan mengganggu profesionalitas TNI seperti telah ditunjukkan di Orde Baru," tulisnya.
(dam)
Berita Terkait
Lapor ke Mabes Polri...
Lapor ke Mabes Polri dan Kompolnas, Terdakwa Kasus UU ITE Minta Keadilan
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Pengamat: UU ITE untuk...
Pengamat: UU ITE untuk Koridor Ekonomi Digital, Bukan buat Membungkan Suara Kritis
Sebanyak 350 Purnawirawan...
Sebanyak 350 Purnawirawan TNI-Polri Minta Kivlan Zein Dibebaskan
Presiden Jokowi Minta...
Presiden Jokowi Minta Kapolri Selektif Terima Laporan UU ITE
SE Kapolri Soal Tersangka...
SE Kapolri Soal Tersangka UU ITE Tak Ditahan Jika Minta Maaf Direspons Positif
Berita Terkini
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Minta Maaf ke Presiden,...
Minta Maaf ke Presiden, Febrie Adriansyah Akan Buktikan Kebenaran Sesuai Fakta Hukum
Londo Ireng di Republik...
Londo Ireng di Republik Antikritik
KPK Geledah Rumah Kadis...
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu, Sita Uang Rp4 Miliar
Royal Dinner UKSW, Sultan...
Royal Dinner UKSW, Sultan Ternate ke-49 Desak Sahkan RUU Masyarakat Adat
Presiden Prabowo Dijadwalkan...
Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Infografis
Penangkapan Menteri...
Penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo Jadi Pembuktian KPK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved