Suara Dukungan NU kepada Jokowi-Ma'ruf Meningkat

Selasa, 05 Maret 2019 - 20:02 WIB
Suara Dukungan NU kepada...
Suara Dukungan NU kepada Jokowi-Ma'ruf Meningkat
A A A
JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei tentang pergeseran dukungan pemilih muslim terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019.

Dalam pemilih muslim yang berbasis 87,8 % populasi survei, untuk Nahdlatul Ulama (NU) sebesar 49,5 %, lalu Muhammadiyah 4,3 %, PA 212 0,7 %, FPI 0,4 %, gabungan ormas lain sebesar 1,3 %.

"Sementara itu, pemilih muslim yang tidak merasa bagian dari ormas sebesar 35 %, dan yang tidak menjawab sebesar 8,8 %," ujar peneliti LSI Ardian Sopa di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Melihat tren elektabilitas capres-cawapres, suara dukungan NU kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin meningkat. Pada Februari 2019, sebesar 64,1 % NU mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Angka itu naik dari 55,6 % pada Januari 2019, yang naik pula dari 52,4 % pada Desember 2018," ujar Ardian.

Sementara itu, pemilih dari Muhammadiyah kepada Jokowi-Ma'ruf turun dari Desember 2018 sebesar 38,6%, lalu Januari 2019 sebesar 42% turun di Februari 2019 menjadi 33,3 %.

Sedangkan untuk yang berasosiasi dengan PA 212 yang memilih Jokowi-Ma'ruf sebesar 33,3 % Februari 2019, 28,6 % Januari 2019, dan 0 % Desember 2018. Sementara, pemilih dari FPI 0 % pada Februari 2019, 30 % pada Januari 2019, dan 40 % pada Desember 2018.

"Maka, pada kalangan pemilih muslim, dukungan atas Jokowi-Ma'ruf menurun di berbagai ormas Islam kecuali di NU," jelas Ardian.

Sementara, suara NU kepada Prabowo-Sandi cenderung menurun dibandingkan ormas Islam lainnya. Di pemilih NU, suara Prabowo-Sandi sebesar 28,3 % pada Februari 2019, 33,6 % pada Januari 2019 dan 33,9 % pada Desember 2018.

Pemilih yang termasuk ormas Muhammadiyah kepada paslon 02, yakni sebesar 62,2 % pada Februari 2018, 54 % pada Januari 2019, dan 41,5 % pada Desember 2018. Pemilih PA 212 malah cenderung naik turun, dari 100 % di Desember 2018, 57,1 % di Januari 2019, dan 85,7 % di Februari 2019.

"Sedangkan pemilih dari FPI solid dengan 100 % pada Februari 2019, 70 % pada Januari 2019, dan 40 % pada Desember 2018," ungkapnya.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,9 persen. Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 respoden seluruh Indonesia dalam rentang waktu 18-25 Februari 2019.
(pur)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
PAN Ungkap Pernah Diveto...
PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved