Tak Lagi di Medsos, Kampanye Hitam Sudah 'Door to Door'

Jum'at, 01 Maret 2019 - 17:54 WIB
Tak Lagi di Medsos,...
Tak Lagi di Medsos, Kampanye Hitam Sudah 'Door to Door'
A A A
TANGERANG SELATAN - Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menilai kampanye hitam atau fitnah yang ditujukan terhadap calon presiden 01 Joko Widodo (Jokowi) terus meluas.

Bahkan kini terungkap pula, pola itu tak hanya terjadi di media sosial (medsos), melainkan telah dipraktikkan "door to door" atau dari pintu ke pintu rumah.

Menurut mantan aktivis 98 UIN Jakarta itu, kondisi demikian menandakan adanya ketidakmampuan dari kubu lawan politik dalam membendung elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

Jika sebelumnya hanya gencar di medsos, namun kini hal tersebut juga dilakukan di dunia nyata, sebagaimana yang terjadi di Karawang baru-baru ini.

"Itu pertanda suara 01 ini sulit dibendung. Menurut saya tidak ada yang baru (fitnah), yang baru itu cuma praktiknya, dari pintu ke pintu. Ya memang targetnya menyasar kalangan masyarakat yang tak menggunakan medsos, jadi wilayahnya diperluas," katanya dikonfirmasi di Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (1/3/2019).

Ray menjelaskan, pola penyebaran fitnah dan hoaks yang disampaikan dari pintu ke pintu dirasa cukup efektif oleh pihak tertentu.Sebab saat melakukan itu, tak ada pihak lain yang bisa menyanggah dengan argumentasi lain sebagaimana bisa dilakukan di medsos.
"Mereka menganggap itu lebih efektif. Karena berbeda jika di medsos, kalau di medsos bisa bermunculan dari dua kubu yang ada, bisa saling bantah dan saling serang. Namun jika dari pintu ke pintu, itukan hanya sepihak saja," sambungnya.

Ray pun mendesak agar ada upaya hukum terhadap praktik-praktik fitnah, hoaks, ujaran kebencian dan isu SARA yang dilakukan, baik di medsos maupun dengan cara mendatangi rumah-rumah. Karena jika dibiarkan, perilaku itu bisa saja makin meluas hingga bisa memengaruhi pilihan masyarakat.

"Harus ada upaya hukum, dan ini harus diungkap secara utuh, siapa dibelakangnya, agar tak terulang kembali menjelang 17 April nanti," tegasnya.

Terkuaknya dugaan kampanye hitam yang dilakukan tiga orang ibu-ibu di Karawang bermula dari viralnya sebuah video di medsos. Dalam rekaman video yang tersebar, terlihat beberapa orang perempuan tengah mengampanyekan Pasangan calon tertentu kepada seorang lansia secara dari pintu ke pintu.

Sejumlah ibu-ibu itu intinya mengatakan, jika Jokowi-Ma'ruf menang Pemilu 2019, maka suara azan tidak dapat didengar lagi di ruang publik. Selain itu, pernikahan sesama jenis juga bisa dilegalkan.

Saat ini mereka sudah ditahan kepolisian yang kemudian menetapkannya sebagai tersangka, dan dilanjutkan dengan melakukan penahanan.
(dam)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Jabar Sebut Ganjar-Mahfud Pasangan Tepat Teruskan Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Mundur dari Jabatan...
Mundur dari Jabatan Menko Polhukam, Mahfud MD Tidak Ingin Ganggu Jalannya Pemerintahan
Berita Terkini
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved