Warga NU se-Pangandaran Bertekad Menangkan Jokowi-KH Ma'ruf
Kamis, 28 Februari 2019 - 16:45 WIB
Warga NU se-Pangandaran Bertekad Menangkan Jokowi-KH Ma'ruf
A
A
A
PANGANDARAN - Tekad warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memenangkan pasangan calon (paslon) 01 di Pilpres 17 April mendatang, semakin mantap.
Tekad itu menggelora dalam acara silaturahmi Kiai dan Santri bersama putra cawapres KH Ma'ruf Amin, Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin di Islamic Centre Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).
Dalam acara yang dihadiri puluhan kiai dan ratusan santri itu, Gus Oqi-panggilan akrab putra kelima Kiai Ma’ruf-berharap warga NU tidak apatis pada Pilpres nanti. Pasalnya, warga NU punya peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Warga NU jangan cuek dalam setiap pesta demokrasi. Karena warga NU punya peran penting dalam membangun bangsa dan negara ini. Jadikan Pilpres nanti bagian dari ijtihat dan jihad untuk Indonesia maju," ucap Gus Oqi.
Mengapa warga NU harus memenangkan paslon nomor urut 01? Kata Gus Oqi, karena di paslon 01 ada Kiai Ma'ruf yang maju sebagai calon wakil presiden mendampingi capres Joko Widodo (Jokowi). Nah, mantan Rais Aam PBNU itu merupakan representasi kepentingan nahdliyin.
"Abah (Kiai Ma’ruf) mau menjadi cawapres bukan untuk kepentingan pribadi maupun keluarga. Akan tetapi, Abah sudah mendedikasikan hidupnya untuk umat khususnya NU," katanya.
Direktur Master C19 Portal KMA, Doddy Dwi Nugroho menambahkan. Warga NU harus percaya jika Kiai Ma’ruf bersedia menjadi cawapres untuk kepentingan bangsa.
"Kiai Ma’ruf merupakan salah satu tokoh NU yang punya komitmen kuat untuk menjaga bangsa Indonesia. Memang, NKRI ini harus dibentengi oleh orang-orang seperti Kiai Ma’ruf," ungkapnya.
"Beliau juga sering mengatakan, bahwa saat ini beliau ibarat tengah menanam pohon yang belum tentu bisa menikmati buahnya kelak. Artinya, buah tersebut untuk bangsa Indonesia," tambahnya.
Tokoh muda Jawa Barat sekaligus calon legislatif (caleg) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Yosep Yusdiana menambahkan, wajib hukumnya bagi warga NU memenangkan paslon 01.
"Hukumnya fardlu ain bagi warga NU memilih Jokowi-Kiai Ma'ruf. Sebab, pada Pilpres kali ini, paslon 01 tengah melawan kelompok-kelompok yang ingin memecah belah NKRI," tandas Yosep.
Lebih lanjut Yosep mengatakan, warga Pangandaran terutama warga NU tidak boleh tinggal diam. Pasalnya, kelompok-kelompok yang ingin menggagalkan kemenangan Jokowi-Kiai Ma’ruf sudah menggunakan segala cara. Termasuk memfitnah dan hoaks.
"Dari sini nanti, saya berharap kita semua tidak diam. Sampaikan kepada tetangga, saudara-saudara kita untuk memilih Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf. Jangan diam, jangan malu, kalau pilihan kita benar," pungkasnya.
Tekad itu menggelora dalam acara silaturahmi Kiai dan Santri bersama putra cawapres KH Ma'ruf Amin, Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin di Islamic Centre Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).
Dalam acara yang dihadiri puluhan kiai dan ratusan santri itu, Gus Oqi-panggilan akrab putra kelima Kiai Ma’ruf-berharap warga NU tidak apatis pada Pilpres nanti. Pasalnya, warga NU punya peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Warga NU jangan cuek dalam setiap pesta demokrasi. Karena warga NU punya peran penting dalam membangun bangsa dan negara ini. Jadikan Pilpres nanti bagian dari ijtihat dan jihad untuk Indonesia maju," ucap Gus Oqi.
Mengapa warga NU harus memenangkan paslon nomor urut 01? Kata Gus Oqi, karena di paslon 01 ada Kiai Ma'ruf yang maju sebagai calon wakil presiden mendampingi capres Joko Widodo (Jokowi). Nah, mantan Rais Aam PBNU itu merupakan representasi kepentingan nahdliyin.
"Abah (Kiai Ma’ruf) mau menjadi cawapres bukan untuk kepentingan pribadi maupun keluarga. Akan tetapi, Abah sudah mendedikasikan hidupnya untuk umat khususnya NU," katanya.
Direktur Master C19 Portal KMA, Doddy Dwi Nugroho menambahkan. Warga NU harus percaya jika Kiai Ma’ruf bersedia menjadi cawapres untuk kepentingan bangsa.
"Kiai Ma’ruf merupakan salah satu tokoh NU yang punya komitmen kuat untuk menjaga bangsa Indonesia. Memang, NKRI ini harus dibentengi oleh orang-orang seperti Kiai Ma’ruf," ungkapnya.
"Beliau juga sering mengatakan, bahwa saat ini beliau ibarat tengah menanam pohon yang belum tentu bisa menikmati buahnya kelak. Artinya, buah tersebut untuk bangsa Indonesia," tambahnya.
Tokoh muda Jawa Barat sekaligus calon legislatif (caleg) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Yosep Yusdiana menambahkan, wajib hukumnya bagi warga NU memenangkan paslon 01.
"Hukumnya fardlu ain bagi warga NU memilih Jokowi-Kiai Ma'ruf. Sebab, pada Pilpres kali ini, paslon 01 tengah melawan kelompok-kelompok yang ingin memecah belah NKRI," tandas Yosep.
Lebih lanjut Yosep mengatakan, warga Pangandaran terutama warga NU tidak boleh tinggal diam. Pasalnya, kelompok-kelompok yang ingin menggagalkan kemenangan Jokowi-Kiai Ma’ruf sudah menggunakan segala cara. Termasuk memfitnah dan hoaks.
"Dari sini nanti, saya berharap kita semua tidak diam. Sampaikan kepada tetangga, saudara-saudara kita untuk memilih Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf. Jangan diam, jangan malu, kalau pilihan kita benar," pungkasnya.
(maf)